Zulnas.com, Batubara — Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu gerbang wisata maritim internasional di Indonesia. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bersama entitas Pelindo Group kembali dipercaya melayani kunjungan kapal pesiar internasional MV Star Voyager pada awal Tahun 2026, melanjutkan kesuksesan pelayanan kapal pesiar Star Cruises pada tahun sebelumnya.
Kehadiran MV Star Voyager bukan sekadar kunjungan biasa. Kapal pesiar mewah ini dijadwalkan melakukan lima kali sandar (call) di Pelabuhan Kuala Tanjung, masing-masing pada 10, 17, 24, dan 31 Januari, serta 7 Februari 2026, yang seluruhnya berlangsung setiap hari Sabtu.
General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 1 Kuala Tanjung, Indri Gunawan, menyampaikan bahwa kepercayaan berulang dari manajemen Star Cruises menjadi bukti kesiapan Pelabuhan Kuala Tanjung dari sisi fasilitas dan kualitas layanan.
“Kami mengapresiasi kepercayaan manajemen Star Cruises yang kembali memilih Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai destinasi kapal pesiar mereka di awal Tahun 2026. Ini menunjukkan konsistensi Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai destinasi cruise yang siap, sejalan dengan semangat Pelindo Melayani Sepenuh Hati,” ujar Indri kepada sejunlah awak media, Senin 12 Januari 2026.
Ribuan Wisatawan dari Puluhan Negara
Pada kunjungan perdana dari rangkaian lima call tersebut, MV Star Voyager membawa 1.758 penumpang yang berasal dari 17 negara, didampingi oleh 1.039 awak kapal (crew) dari 25 negara. Kapal ini sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Port Klang, Malaysia, sebelum akhirnya singgah di Kuala Tanjung dan melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Singapura.
MV Star Voyager sandar di Dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung pada pukul 05.40 WIB dan dijadwalkan lepas sandar pada pukul 15.00 WIB. Selama hampir sepuluh jam berada di Kuala Tanjung, para wisatawan disuguhi beragam layanan serta pengalaman wisata yang telah dipersiapkan secara matang.
Fasilitas Nyaman dan Sentuhan Budaya Lokal
Untuk memastikan kenyamanan wisatawan mancanegara, Pelindo Regional 1 Kuala Tanjung menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang tunggu penumpang, toilet yang bersih dan representatif, tempat ibadah, hingga layanan money changer, sebagaimana standar pelayanan internasional pada kunjungan kapal pesiar sebelumnya.
Tak hanya itu, suasana pelabuhan juga diperkaya dengan penampilan seni dan budaya lokal, berupa tarian dan musik tradisional khas Batubara. Pelindo turut menghadirkan pameran kerajinan tangan serta kuliner khas daerah, yang secara langsung melibatkan UMKM lokal Kabupaten Batubara.
Keterlibatan UMKM ini menjadi wujud nyata komitmen Pelindo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan dunia.
UMKM dan Pariwisata Daerah Terdongkrak
Apresiasi atas kembali berlabuhnya MV Star Voyager juga disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Batubara, Ir Hakim Hasibuan. Menurutnya, kunjungan kapal pesiar internasional ini menjadi momentum strategis bagi daerah.
“Kunjungan kapal pesiar ini sangat berdampak positif dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Batubara, terutama melalui pelibatan UMKM lokal dan pengembangan potensi destinasi wisata di sekitar pelabuhan,” ujarnya.
Pesta Durian, Daya Tarik Baru Wisata Tematik
Yang menarik, kunjungan MV Star Voyager pada Tahun 2026 ini menghadirkan inovasi baru berupa pesta durian bagi wisatawan kapal pesiar yang telah memiliki tiket resmi dari pihak kapal. Program ini menjadi daya tarik tambahan, sejalan dengan musim durian yang tengah berlangsung di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Batubara.
Pengalaman wisata tematik ini diharapkan memberikan kesan mendalam bagi wisatawan mancanegara, sekaligus memperkenalkan kekayaan hasil bumi lokal kepada pasar internasional.
“Melalui pelayanan yang konsisten, pelibatan UMKM lokal, serta inovasi dalam penyambutan wisatawan, kami berharap kunjungan kapal pesiar MV Star Voyager dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata daerah dan peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Batubara,” tutup Indri Gunawan. (Dan).












