Kaya Bahan Baku, Industri Sabutret Dapat Berkembang di Batubara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2020 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Koperindagkop Batubara foto bersama kepada kelompok binaan pada acara pembukaan pelatihan Sabutret di Desa Ujung Kubu, selasa (28/1/2020)

Dinas Koperindagkop Batubara foto bersama kepada kelompok binaan pada acara pembukaan pelatihan Sabutret di Desa Ujung Kubu, selasa (28/1/2020)

Zulnas.com, Batubara — Sebagai langkah awal, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindagkop) Kabupaten Batubara menggelar kegiatan pelatihan pengolahan Serat Sabut Kelapa Berkaret (Sabutret) kepada 25 kelompok binaan didesa Ujung Kubu, selasa (28/1/2020).

Pelatihan yang nara sumbernya didatangkan langsung dari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah itu bertujuan untuk menciptakan para pelaku usaha dapat mengembangkan industri Sabutret yang bahan bakunya mudah didapat, tanaman tersebut juga punya kualitas unggul di perkebunan masyarakat Batubara.

Kepala Dinas Koperindagkop Batubara Achmadan Choir menjelaskan pengolahan industri Sabutret menjadi salah satu usaha yang cukup potensi untuk dikembangkan didaerah itu.

Selain bernilai ekonomis tinggi, pohon seribu guna itu (kelapa) juga cukup berkembang pesat dan sangat menjanjikan untuk dikelola sebagai bisnis eksportir ke Eropa.

Sekretaris Kepala Dinas Koperindagkop Batubara Sahat Tampubolon saat memberikan kata sambutan pada acara pelatihan Sabutret kepada 25 kelompok binaan di Desa Ujung Kubu, selasa (28/1/2020)

Selama ini, kata dia, hanya dua Kabupaten yang mengembangkan bisnis eksportir ini, selain Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bisnis ini juga berkembang pesat didaerah Madura.

Baca Juga :  Dihujani Kritikan, APBD Batubara Tahun Anggaran 2019 Sah

“Jadi selama ini, hanya dua Kabupaten saja yang mengekspor industri Sabutret ke Eropa. Kedepan kita Berharap, Kabupaten Batubara punya andil sebagai pemosok industri berbahan baku kelapa terpadu ini,” Ujar Kadis Koperindagkop Batubara Achmadan Choir melalui sekretaris sahat Tampubolon saat membuka acara pelatihan di Desa Ujung Kubu.

Melalui kegiatan ini, para kelompok binaan Koperindagkop dapat berlatih dengan sungguh- sungguh untuk menggali ilmu dari para nara sumber.

Selama ini, ujarnya, kita hanya menjual bahan baku kelapa keluar daerah dan tidak pernah belajar untuk mengelola industri ini secara langsung.

Baca Juga :  BPBD dan Pol Air Telusuri Perairan Cari Jenazah ABK Nelayan

Melalui kegiatan pelatihan ini, kedepan kita akan terus berupaya untuk mengisi pangsa pasar dunia industri yang setiap bulannya dibutuhkan 20 kontainer untuk diekspor ke negara Eropa.

Untuk diketahui, Disperidagkop Batubara Tahun anggaran 2020 melatih sebanyak 21 pengrajin dari Kelompok Binaan dan 4 Orang dari binaan LP Labuhan Ruku.

Selama tiga hari (mulai selasa 28 hingga kamis 30 Januari) mereka dilatih oleh dua nara sumber Muhammad Firdaus dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan Dosen USU sebagai Dosen Fakultas Tehnik.

Selama pelatihan, para peserta akan diajarkan berbagai produk hasil olahan produksi Sabutret dengan beragam bentuk, sehingga dengan bekal pengetahuan itu para peserta dapat memproduksi hasil yang punya nilai ekonomis tinggi.

“Melalui kaloborasi dua instruktur ini diharapkan para peserta mendapat bekal ilmu sebagai tenaga terampil industri Sabutret dan dapat menjadi pemasok pangsa pasar didunia industri. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih
Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara
Pusaran Korupsi BTT 2022 Melebar, Kejari Batubara Tahan Kadis Kesehatan
Mandi Balimau Meriah, Budaya Melayu Batubara Hidup dan Gerakkan Ekonomi
Kejaksaan Negeri Batubara Musnahkan Barang Bukti 99 Perkara
Singapore Land Batubara Berbagi Berkah Sambut Ramadhan 1447 H, Anak Yatim dan Dhuafa Terima Sembako
Menjawab Keluhan Petani, Bupati Batubara Turun Tangan Hempang Sungai Ramunia
Sawah Mengering, Suara Petani di Batubara Menunggu Tindakan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 03:49 WIB

IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:45 WIB

Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:33 WIB

Pusaran Korupsi BTT 2022 Melebar, Kejari Batubara Tahan Kadis Kesehatan

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:47 WIB

Mandi Balimau Meriah, Budaya Melayu Batubara Hidup dan Gerakkan Ekonomi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:39 WIB

Kejaksaan Negeri Batubara Musnahkan Barang Bukti 99 Perkara

Berita Terbaru