‘Jepang’ Resmi Pindah ke Batubara

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Desember 2019 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara –Kabupaten Batu Bara kini telah memiliki tempat wisata baru yang asyik buat didatangi. Namanya Kampung Jepang, konsepnya seperti Negeri Sakura.

Siapa yang tidak kenal bunga Sakura?

Bunga khas asal negara Jepang ini bertambah populer di Indonesia menyusul keberhasilan pemerintah Batu Bara menyulap situs cagar budaya yang ada di desa Perupuk, kecamatan Limapuluh Pesisir, menjadi rindang dan indah oleh pohon sakura dengan situs peninggalan bungker jepang bersuasana khas negeri samurai.

 

Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019) – Foto Humas Pemkab Batu Bara @2019.

“Desa Perupuk atau Kampung Jepang yang ada di Batu Bara, merupakan bukti sejarah perang dunia ke dua tahun 1942, mendaratnya tentara Jepang di bibir pantai Selat Malaka” Kata Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019).

“Dalam rangkaian HUT Kabupaten Batubara tahun ini, kita telah menggali peninggalan sejarah peradaban berupa sejarah dan situs-situs yang menjadi cagar budaya dan cagar alam yang perlu kita lestarikan di Batubara,” kata Bupati Zahir.

Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019)

Untuk itu, Zahir menginginkan agar seluruhnya cagar budaya dan cagar alam yang ada di Batu Bara perlu dilestarikan dan dijaga keutuhannya karena tuntutan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya.

Baca Juga :  Norma Lantik FKDM Jadi 'Mata Telinga' Pemerintah Batubara

Karenanya, peninggalan sejarah peradaban 9 kedatukan, jejak perdagangan kuno, jejak kolonial belanda dan jepang, jejak perkebunan serta perang dunia kedua “yang merembes ke Batubara harus dirawat” ucapnya.

Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019)

“Dari sinilah berangkat nama kampung ini disebut sebagai Pantai Sejarah dan dibuktikan dengan adanya peninggalan 7 bunker tentara Jepang di desa perupuk” terangnya.

Tak hanya itu kata Zahir, “kita juga dapat mengkomunikasikan kepada masyarakat sebagai sumber inspirasi dalam pembangunan sekaligus kita jadikan sebagai sarana wisata dengan mendirikan museum Batubara” tambahnya.

Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019)

Dikatakan Bupati Zahir, jika keseluruhan cagar budaya dan cagar alam ini sudah tertata dan terbangun secara standarisasi, maka akan mendatangkan wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang tentunya akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah.

Baca Juga :  Satu Rumah di Desa Sentang Rata Dilalap 'Sijago Merah'

Selain itu, “tempat ini juga akan kita jadikan tempat para ilmuan mengkaji dan meneliti warisan sejarah dan kekayaan ekosistem yang akhirnya membangun pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Batu Bara” ucap dia.

Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019)

Pernyataan Bupati Batu Bara ini kemudian diperkuat oleh sejarawan Dr. Ichwan Azhari, Dosen Sejarawan Universitas Negeri Medan.

Dikatakan Ichwan Azhari, Kampung Jepang yang ada di perupuk tersebut merupakan bukti kabupaten Batubara merupakan kawasan strategis sebagai pusat ekspansi militer pada perang dunia ke dua.

Data intelejen Jepang memperlihatkan pantai Tanjung Tiram cukup dalam untuk bersandarnya kapal perang besar menurunkan pasukannya ke pantai Batu Bara. Juga karena kawasan ini memiliki pantai pasir putih yang baik untuk pendaratan pasukan marinir Jepang.

Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019)

Kedalaman laut Tanjung Tiram ini kemudian digunakan oleh Jepang untuk menyandarkan kapal besar hasil pampasan perang milik Belanda yakni kapal Van Waewirjk buatan tahun 1910 berbobot 3000 ton. Kapal berbendera Belanda itu akhirnya diganti dengan bendera Jepang dan nama kapal diberi nama Jepang Harukiku Maru.

Kapal Harikuku Maru inilah yang kemudian dijadikan sebagai pemembawa karet dan hasil bumi Batubara untuk diekspor bagi dana Jepang dalam perang dunia ke dua di Sumatera.

Bupati Batu Bara, Zahir saat meresmikan Kampung Jepang di Desa Perupuk, Senin, (9/12/2019)

Kapal malang ini kemudian diterpedo oleh sekutu Belanda, yakni kapal selam Inggris bernama HMS Truculent pada 22 Juni 1944.

“Bangkai Kapal itu masih ada di perairan Tanjung Tiram sampai sekarang dan pernah diteliti oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara,” kata Ichwan yang juga salah satu anggota TBUPP Batubara. ***

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Nama-Nama Pemilik HGU Kebun di Batubara, Pansus Plasma DPRD Inventarisasi 13 Perusahaan
Pansus Plasma DPRD Batubara Mulai Bongkar Data 13 Perusahaan HGU, Siapkan Rekomendasi Tegas Soal Hak Kebun Masyarakat
Sidang Tipikor DAK Jalan Batubara, Usron Divonis 3 Tahun Penjara
Dugaan Konflik Kepentingan Wartawan yang Merangkap ASN dan PPPK, Kominfo Perlu Evaluasi Menyeluruh
TKD Masuk Kas Daerah, Ini kata Wabup Syafrizal saat terima Kunker Mendagri
Enam Belas Bulan Mengabdi di Batubara, AKBP Doly Nelson: Saya Mendapat Banyak Berkat di Daerah Ini
Bupati Baharuddin Nikmati Indomie Campur Udang Vaname Usai Panen Raya
Tunaikan Janji Politik, Bahar–Syafrizal Salurkan Insentif bagi Bilal Mayit, Penggali Kubur, dan Guru Mengaji di Batubara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:59 WIB

Pansus Plasma DPRD Batubara Mulai Bongkar Data 13 Perusahaan HGU, Siapkan Rekomendasi Tegas Soal Hak Kebun Masyarakat

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:55 WIB

Sidang Tipikor DAK Jalan Batubara, Usron Divonis 3 Tahun Penjara

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Dugaan Konflik Kepentingan Wartawan yang Merangkap ASN dan PPPK, Kominfo Perlu Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WIB

TKD Masuk Kas Daerah, Ini kata Wabup Syafrizal saat terima Kunker Mendagri

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:07 WIB

Enam Belas Bulan Mengabdi di Batubara, AKBP Doly Nelson: Saya Mendapat Banyak Berkat di Daerah Ini

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Dibekuk! Pelaku Curanmor Rantauprapat Akui Beraksi Berkali kali

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:31 WIB

LABUHANBATU

Saat Jurnalis,Teknisi Listrik dan Pendidikan Satu Visi

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:52 WIB