Elang, Beo, dan LKPJ: Antara Retorika dan Kinerja Nyata

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batubara dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia adalah ruang uji yang sesungguhnya tempat di mana angka-angka diuji maknanya, program diuji dampaknya, dan kepemimpinan diuji keberpihakannya.

Di ruang itulah, berbagai fraksi di DPRD Batubara menyampaikan pandangan. Ada apresiasi atas capaian pendapatan daerah yang nyaris memenuhi target, tetapi juga kritik tajam terhadap serapan belanja, besaran SILPA, hingga transparansi pembiayaan. Semua bermuara pada satu pertanyaan yang sederhana, namun mendasar apakah kinerja itu benar-benar dirasakan rakyat, atau hanya terlihat baik di atas kertas?

Di titik ini, analogi “Burung Elang dan Burung Beo” terasa menemukan tempatnya.

Burung beo adalah gambaran dari retorika fasih berbicara, penuh percaya diri, dan kerap terdengar meyakinkan. Ia pandai mengulang, merangkai kata, bahkan menciptakan kesan hebat. Namun, sering kali kehebatannya berhenti di suara tidak berlanjut menjadi tindakan nyata.

Sebaliknya, burung elang tidak banyak bicara. Ia tidak sibuk memamerkan diri. Namun ketika waktunya tiba, ia terbang tinggi, melesat jauh, dan membuktikan kapasitasnya tanpa perlu banyak penjelasan.

Dalam konteks pemerintahan daerah, perbandingan ini bukan sekadar cerita ia adalah cermin.

LKPJ tidak boleh menjadi panggung bagi “beo” yang sekadar menyusun laporan dengan bahasa administratif yang rapi, tetapi miskin refleksi. LKPJ harus menjadi representasi “elang” yang menunjukkan capaian nyata, terukur, jujur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Tingkatkan Profesional, PWI Batubara Gelar UKW

Capaian pendapatan daerah yang hampir menyentuh target tentu patut diapresiasi. Namun, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada angka. Pertanyaan berikutnya jauh lebih penting yaitu apakah peningkatan pendapatan itu berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik? Apakah masyarakat benar-benar merasakan perubahan?

Begitu pula dengan SILPA sebesar Rp74 miliar. Ia bisa dibaca sebagai efisiensi, tetapi juga bisa menjadi sinyal bahwa ada program yang tidak berjalan optimal. Di sinilah kejujuran menjadi penting bahwa laporan bukan hanya menyajikan angka, tetapi juga menjelaskan realitas di balik angka tersebut.

Kritik terhadap rendahnya serapan belanja tidak terduga juga menjadi alarm. Apakah ini pertanda minimnya kebutuhan darurat, atau justru lemahnya perencanaan berbasis risiko? Tanpa penjelasan yang terbuka, angka hanya akan menjadi kosmetik dalam laporan.

Dorongan pembentukan Pansus Plasma dan HGU pun menunjukkan bahwa DPRD tidak ingin berhenti pada angka-angka. Ada upaya untuk menyentuh persoalan struktural yang menyangkut hak masyarakat, terutama dalam kemitraan perkebunan yang selama ini menjadi isu laten.

Semua dinamika ini menegaskan satu hal bahwa publik hari ini tidak lagi membutuhkan pemimpin yang sekadar pandai berbicara. Masyarakat membutuhkan kerja nyata yang bisa dilihat, dirasakan, dan dinilai secara objektif.

Namun di sisi lain, kita juga perlu adil dalam menempatkan harapan.

Kepemimpinan Bupati Batubara Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Syafrizal baru berjalan satu tahun. Dalam konteks pembangunan daerah, satu tahun bukanlah waktu yang cukup untuk membalikkan keadaan secara drastis.

Baca Juga :  Kajari Siap Tetapkan Tersangka pada Dua Kasus Korupsi di Batubara

Membangun daerah bukan pekerjaan instan, ia membutuhkan proses, konsistensi, dan ketahanan menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, evaluasi harus tetap dilakukan secara kritis, tetapi juga proporsional. Kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menguatkan arah. Apresiasi bukan untuk membuai, tetapi untuk menjaga semangat perbaikan.

Pada akhirnya, cerita elang dan beo tidak hanya relevan bagi pemerintah, tetapi juga bagi kita semua.

Bahwa tidak semua yang tampak baik benar-benar baik. Dan tidak semua yang tampak sederhana berarti tidak memiliki nilai. Hidup, seperti halnya pembangunan, adalah proses belajar yang panjang penuh ujian, penuh koreksi, dan penuh pembelajaran.

Kadang ujian membuat kita ragu. Kadang kritik terasa menyakitkan. Namun di situlah kita belajar melihat lebih dalam belajar memahami, belajar bersyukur, dan belajar memperbaiki.

Karena pada akhirnya, membangun daerah bukan hanya soal program dan anggaran. Ia juga soal niat, integritas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi lebih baik.

Mari bersama-sama membangun Batubara dengan kesungguhan. Sebab niat yang baik, jika dijaga dengan kerja yang benar, pada waktunya akan melahirkan hasil yang baik pula.

Jangan menjadi beo yang riuh dalam kata, tetapi kosong dalam karya. Jadilah elang yang mungkin tidak banyak bicara, namun mampu terbang tinggi membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Semoga bahagia. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membaca Ulang Polemik Tim Kreatif dan Pers di Batubara
Baharuddin Siagian Lulus Doktor dengan Predikat A+, Tekankan Pentingnya Pemimpin Cinta Ilmu
SMSI Batubara Apresiasi Kinerja Kasat Narkoba AKP Arifin Purba, 46 Kasus Narkoba Terungkap dalam Dua Bulan
IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih
Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara
Pusaran Korupsi BTT 2022 Melebar, Kejari Batubara Tahan Kadis Kesehatan
Mandi Balimau Meriah, Budaya Melayu Batubara Hidup dan Gerakkan Ekonomi
Kejaksaan Negeri Batubara Musnahkan Barang Bukti 99 Perkara

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 23:24 WIB

Elang, Beo, dan LKPJ: Antara Retorika dan Kinerja Nyata

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:09 WIB

Baharuddin Siagian Lulus Doktor dengan Predikat A+, Tekankan Pentingnya Pemimpin Cinta Ilmu

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:29 WIB

SMSI Batubara Apresiasi Kinerja Kasat Narkoba AKP Arifin Purba, 46 Kasus Narkoba Terungkap dalam Dua Bulan

Senin, 9 Maret 2026 - 03:49 WIB

IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:45 WIB

Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara

Berita Terbaru

BATUBARA

Elang, Beo, dan LKPJ: Antara Retorika dan Kinerja Nyata

Rabu, 1 Apr 2026 - 23:24 WIB

Tak Berkategori

Pemkab Batubara Imbau Travel Agent Utamakan Keselamatan Wisata Bahari

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:26 WIB