Aspirasi Petani Empat Desa Menggema di Reses DPRD Batubara: “Pintu Klep Harus Dibangun, Sawit Tak Lagi Berbuah”

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, BATUBARA — Para petani dari empat desa di Kecamatan Lima Puluh Pesisir menyuarakan keresahan mendalam mereka kepada Anggota DPRD Batubara saat pelaksanaan Reses Tahap II, Rabu, 2 Juli 2025.

Reses ini digelar di kawasan Pantai Sejarah, Desa Perupuk, dan dihadiri oleh tiga anggota DPRD Dapil I: Ismar Khomri (Partai Golkar), Darius (PPP), dan Suriadi (NasDem).

Mereka menerima langsung keluhan masyarakat dari Desa Perupuk, Desa Guntung, Desa Pasar Permit, dan Desa Titi Putih yang selama bertahun-tahun dirundung kerugian akibat air laut yang merusak lahan pertanian. Penyebab utamanya adalah kerusakan pintu klep yang seharusnya menjadi penghalang air asin saat pasang laut.

“Kalau pintu klep tidak dibangun, maka Kadis PUPR bisa dibilang gagal,” tegas Darius dari PPP, menyuarakan kekecewaan masyarakat.

Darius menjelaskan bahwa pintu klep yang hancur telah membuat air laut masuk ke areal pertanian, merusak tanaman produktif seperti sawit, kelapa, pisang, dan sawah.

Darius juga menyatakan bahwa normalisasi dan pembangunan bedeng penahan air asin akan diperjuangkan masuk dalam anggaran P-APBD 2025 atau setidaknya RAPBD 2026. “Kami serius memperjuangkan aspirasi ini di Banggar DPRD,” katanya.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Bagan Dalam Minta Pemkab Pasilitasi Pilkades Lewat Musyawarah BPD

Aspirasi Petani Empat Desa Menggema di Reses DPRD Batubara: "Pintu Klep Harus Dibangun, Sawit Tak Lagi Berbuah"

Air Asin Hancurkan Harapan Petani

Sementara itu, Ismar Khomri dari Partai Golkar menyoroti kerugian para petani, terutama di Desa Titi Putih, yang hasil panennya merosot drastis. “Satu kali air asin masuk, dampaknya bisa tahunan. Sawit tidak akan berbuah,” ujar Ismar prihatin.

Ia menyinggung visi Presiden Prabowo Subianto dalam Hasta Cita yang menekankan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, dampak banjir air asin ini justru bertentangan dengan semangat itu.

“Harus ada rehap Dam, pembangunan turap, dan kajian serius dari Bappeda dan PUTR agar pembangunan benar-benar berdampak,” tegasnya.

Suriadi dari Partai NasDem memperkuat usulan masyarakat, dan meminta agar dilakukan tabulasi luas lahan yang terdampak. Hal ini penting agar pemerintah daerah memiliki data konkret sebagai dasar penganggaran pembangunan.

Kepala Desa dan Warga: Dari Puluhan Ton Panen, Kini Satu Janjang Pun Tak Ada

Kepala Desa Perupuk, Anton, mengaku pihaknya telah membawa usulan ini ke Musyawarah Desa (Musdes) dan terus menyuarakannya ke pemerintah. “Biasanya hasil panen masyarakat bisa puluhan ton per bulan, tapi sekarang satu janjang pun tak ada yang bisa dipanen,” keluhnya.

Baca Juga :  Orang Tua Protes Anak Belum Layak Masuk SD, Masih Ingin Sekolah TK

Ia juga mengungkapkan, di empat dusun di Desa Perupuk telah direncanakan pencetakan sawah baru seluas 200 hektare, yang sudah ditinjau oleh Dinas Pertanian dan pihak kementerian.

“Kalau pemerintah membangun pintu klep, masyarakat pasti sejahtera,” tambah Anton optimis.

Nasri, warga dari Dusun 3 Desa Titi Putih, menyampaikan kekecewaannya. “Kami sudah sering mengadu ke dewan dan dinas, tapi tak pernah digubris. Begitu air asin masuk, hasil lahan kami langsung anjlok.”

PUTR Siap Tindaklanjuti

Kabid Perairan Dinas PUTR, Khairul, menyatakan bahwa pihaknya akan menampung seluruh aspirasi masyarakat dan mengupayakan penganggaran dalam APBD 2025 dan 2026.

“Kita akan prioritaskan pembangunan pintu klep dan penanggulangan abrasi di wilayah terdampak,” katanya.

Reses ini menjadi bukti bahwa suara petani masih lantang menggema, menagih janji negara untuk hadir. Kini, beban dan harapan para petani berada di tangan para pengambil kebijakan: agar mereka tidak sekadar mencatat, tapi bertindak. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Nama-Nama Pemilik HGU Kebun di Batubara, Pansus Plasma DPRD Inventarisasi 13 Perusahaan
Pansus Plasma DPRD Batubara Mulai Bongkar Data 13 Perusahaan HGU, Siapkan Rekomendasi Tegas Soal Hak Kebun Masyarakat
Sidang Tipikor DAK Jalan Batubara, Usron Divonis 3 Tahun Penjara
Dugaan Konflik Kepentingan Wartawan yang Merangkap ASN dan PPPK, Kominfo Perlu Evaluasi Menyeluruh
TKD Masuk Kas Daerah, Ini kata Wabup Syafrizal saat terima Kunker Mendagri
Enam Belas Bulan Mengabdi di Batubara, AKBP Doly Nelson: Saya Mendapat Banyak Berkat di Daerah Ini
Bupati Baharuddin Nikmati Indomie Campur Udang Vaname Usai Panen Raya
Tunaikan Janji Politik, Bahar–Syafrizal Salurkan Insentif bagi Bilal Mayit, Penggali Kubur, dan Guru Mengaji di Batubara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:59 WIB

Pansus Plasma DPRD Batubara Mulai Bongkar Data 13 Perusahaan HGU, Siapkan Rekomendasi Tegas Soal Hak Kebun Masyarakat

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:55 WIB

Sidang Tipikor DAK Jalan Batubara, Usron Divonis 3 Tahun Penjara

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Dugaan Konflik Kepentingan Wartawan yang Merangkap ASN dan PPPK, Kominfo Perlu Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WIB

TKD Masuk Kas Daerah, Ini kata Wabup Syafrizal saat terima Kunker Mendagri

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:07 WIB

Enam Belas Bulan Mengabdi di Batubara, AKBP Doly Nelson: Saya Mendapat Banyak Berkat di Daerah Ini

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Dibekuk! Pelaku Curanmor Rantauprapat Akui Beraksi Berkali kali

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:31 WIB

LABUHANBATU

Saat Jurnalis,Teknisi Listrik dan Pendidikan Satu Visi

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:52 WIB