Melirik Usaha Irwansyah, Jaring Bekas Bantu Ekonomi Keluarga

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Januari 2021 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Meski terlihat sepele, namun usaha jual beli jaring bekas alat penangkap ikan itu ternyata dapat dipertahankan sebagai sumber pendapatan keluarga. Terbukti, kini usaha penjualan jaring bekas banyak tumbuh dan berkembang di Kabupaten Batubara.

Jaring bekas yang sudah tidak layak lagi digunakan oleh nelayan, dipilah–pilah untuk dijual. Masyarakat nelayan khususnya, sangat menginginkan jaring bekas tersebut untuk digunakan kembali. Sebab, harga barang bekas itu selain jauh lebih murah ketimbang beli baru juga lebih efektif dan tidak merobek kocek.

Sejak tahun 2000, Irwansyah Hasibuan, 50 menggeluti usaha jual beli jaring bekas alat penangkap ikan sebagai pendapatan keluarga. Dimulai dari membeli beberapa kilo dari pembubul (pekerja pukat) hingga akhirnya beliau membeli jaring bekas puluhan ton dari Pekalongan Jawa tengah bahkan sampai DKI Jakarta.

Irwansyah menuturkan, Jaring bekas yang dibelinya itu kemudian direnovasi kembali dikediamannya kelurahan labuhan ruku Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara Sumut. Dengan menggunakan tenaga kerja sebanyak enam (6) orang dan dibantu oleh masyarakat setempat..

Baca Juga :  Permudah Bayar Pajak, Bupati Launching Metode Pembayaran Qris di Labuhanbatu

“Biasanya saya memberikan upah yang cukup buat pekerja, dan masyarakat setempat terbantu ekonomi keluarga sehari hari,” ujar Irwansyah saat ditemui zulnas.com dikediaman rumahnya, Kelurahan Labuhan Ruku Kecamatan Talawi, Kamis (7/1/2021).

Irwansyah menerangkan, jaring bekas setelah dibubul bersihkan, dilengkapi apa yang kurang, diberi pewarna dan dipilah-pilah. Selanjutnya, jaring bekas itu dijual dengan harga 40 persen dari harga baru ke pemesan yang datang dari berbagai daerah pesisir Sumatera.

Penggiat Usaha Barang Bekas Irwansyah

“Biasanya, pembeli itu datang dari Belawan, Aceh, Padang, Sibolga, Nias dan Bengkulu. Serta agen jaring bekas dari daerah sekitar,” tuturnya.

Saat ini, permintaan jaring tongkol dan jaring pukat langgar cukup banyak datang dari Aceh dan Sibolga. Harga jaring tongkol biasanya dia jual seharga Rp.5 juta perbal, sedangkan jaring pukat langgar Rp.40 ribu perkilo. Ujarnya.

Baca Juga :  Proyek 1,5 M Normalisasi Saluran Drenase Jalan Merdeka Tanjung Tiram Diharapkan Dapat Menjadi Solusi Banjir

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika pemerintah membantu masyarakat nelayan, dia bersedia membeli barang bekas hasil laut itu ke luar negeri. Salah satu barang bekas jaring murah itu terdapat di Thailand dan Malaysia.

Namun, sejak tahun 2015 hingga kini, jaring bekas tidak diperbolehkan lagi diambil dari luar negeri.

“Jaring bekas dari kedua negara itu sangat bagus, terutama jaring bekas dari thailan sudah bagus murah pula. jika pemerintah c/q menteri kelautan dan menteri perdagangan mengijinkan untuk membantu nelayan. Kami sebagai pedagang barang bekas sangat terbantu,” ucapnya.

Saat ini, Ketekunan Irwansyah menggeluti usaha ini telah mampu menopang ekonomi dan masyarakat sekitar, yang penting kita bersyukur atas pemberian Allah. Tuturnya. ***Et

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Sumut Siapkan 2.500 Hektare Lahan Gratis di Batubara, Bobby Nasution Dorong Daerah Permudah Investor
Pengamat dan DPR Wanti-wanti Risiko Kredit Macet di Balik Ambisi 80.000 KopDes Merah Putih
Industri Kelapa Krisis Bahan Baku, Menperin Soroti Ekspor Kelapa Bulat
Perpekindo Tolak Moratorium Ekspor Kelapa: “Petani Jangan Jadi Korban Ego Sektoral”
Revolusi Pertanian di Batubara: RPB Cabai Siap Angkat Kesejahteraan Petani Lokal
Ternyata Manfaat Limbah Kopi Sangat Dahsyat, Apa Itu?
Bantu Pengusaha, Bank Sumut Lima Puluh Promosikan Produk KMSS
Kenaikan Harga Beras, Jangan Sampai Menyulitkan Petani Dapatkan Pupuk

Berita Terkait

Senin, 27 Oktober 2025 - 13:49 WIB

Pemprov Sumut Siapkan 2.500 Hektare Lahan Gratis di Batubara, Bobby Nasution Dorong Daerah Permudah Investor

Senin, 2 Juni 2025 - 00:38 WIB

Pengamat dan DPR Wanti-wanti Risiko Kredit Macet di Balik Ambisi 80.000 KopDes Merah Putih

Kamis, 1 Mei 2025 - 17:05 WIB

Industri Kelapa Krisis Bahan Baku, Menperin Soroti Ekspor Kelapa Bulat

Kamis, 1 Mei 2025 - 12:07 WIB

Perpekindo Tolak Moratorium Ekspor Kelapa: “Petani Jangan Jadi Korban Ego Sektoral”

Sabtu, 21 Desember 2024 - 15:29 WIB

Revolusi Pertanian di Batubara: RPB Cabai Siap Angkat Kesejahteraan Petani Lokal

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Doa Bersama Warnai Kebersamaan Forwaka dan SMSI Labuhanbatu Raya

Selasa, 17 Mar 2026 - 21:27 WIB