Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/u394909811/domains/zulnas.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

50 TKI Ilegal Dinyatakan Negatif Covid-19, 8 Cuma Demam Biasa, 1 Meninggal

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2020 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zulnas.com, Batubara — Sebanyak 50 TKI Ilegal yang baru pulang dari Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Tiram rabu (27/5/2020) akhirnya sudah menjalani tahapan protokoler kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Batubara Desa Kuala Gunung.

Dari hasil pemeriksaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebanyak 50 TKI yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Tiram itu akhirnya dinyatakan negatif berdasarkan hasil rapid test.

“Ya, kita sudah jalani tahapannya, 50 TKI Ilegal itu semuanya dinyatakan negatif, sedangkan 1 dari 50 orang dinyatakan meninggal dunia,” Kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 drg Wahid Khusairi, kepada zulnas.com melalui via telpon seluler, rabu (27/5/2020) sekira pukul 21.00 malam.

Lebih lanjut, drg Wahid Khusairi yang juga Kepala Dinas Kesehatan Batubara itu menyebutkan dalam pemeriksaan protokoler kesehatan melalui rapid test ada tahapan yang diberlakukan supaya hasilnya lebih efektif.

Baca Juga :  Mencermati Pelabuhan Tanjung Tiram, dari Pedagang, Konflik, Sampah dan Cuan

Delapan dari 50 TKI Ilegal itu, kata dia, terlihat punya gejala yang diantaranya demam, batuk dan sesak nafas akibat selama dua sampai tiga hari dalam perjalanan dari Malaysia menuju pelabuhan Tanjung Tiram Batubara.

“Yang bergejala itu ada 8 orang, diantaranya demam batuk karena selama tiga hari perjalanan suhu badannya tinggi akibat panas, makanya kita rapid test mereka, jadi tidak ada yang reaktif, semuanya negatif” Tegas Wahid.

Kadis Kesehatan Batubara drg Wahid Khusairi saat mendampingi gugus tugas covid-19 saat menerima jenazah salah Satu TKI yang pulang dari Malaysia di Pelabuhan Tanjung tiram, rabu 27/5/2020 sore (ist/zulnas.com)

Selanjutnya, dari 50 jumlah TKI ilegal dari Malaysia yang masuk ke Batubara itu terdiri dari beberapa daerah, diantaranya, medan, dan sebagainya.

Baca Juga :  Memalukan, Auditor BPK Terima Suap Bupati Bogor Muluskan LKPD

“Catatannya belum saya terima semua, dari mana saja tujuan mereka dan mau pulang kemana, yang pasti banyak yang dari luar Batubara,” Kata Wahid.

Sedangkan terhadap 50 TKI itu sekarang, sedang menjalani proses karantina di RSUD Batubara. Yang 1 meninggal dunia itu rencananya akan dilakukan pemakaman dengan menggunakan Protokoler kesehatan Covid-19.

Dari pihak keluarga, kata Kadis, yang meninggal dunia sudah setuju jasadnya dimakamkan dengan menggunakan protokoler kesehatan.

Hanya saja, proses pemakamannya dilaksanakan di pekuburan umum (muslim) dan dari warga tidak ada yang menolaknya,” Tegas Wahid.

Terpisah, Kepala Desa Perupuk Anton Syarkawi mengatakan pihak keluarga dari korban yang Meninggal Dunia sedah rela jasadnya dikebumikan melalui protokoler kesehatan.

“Ya, yang meninggal itu warga Desa kita, pihak keluarga pun sudah setuju jasadnya dikebumikan dengan menggunakan protokoler kesehatan Covid-19,” Kata Kades Anton menjawab zulnas.com melalui via telpon seluler, rabu (27/5/2020) sore.

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara
Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup
KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa
SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber
Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar
Pulang dari Kamboja, Ayub Ungkap Kisah Mengerikan: Disiksa, Diancam Ambil Ginjal, Hingga Lari Kehutan
Polres Batubara Klarifikasi: Tidak Menolak Laporan, Orang Tua Korban Sudah Dikoordinasikan ke BP2MI
Pemkab Batubara Koordinasi Intensif Lacak Keberadaan Warga Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:40 WIB

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara

Kamis, 6 November 2025 - 19:12 WIB

Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup

Selasa, 4 November 2025 - 15:29 WIB

KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:21 WIB

SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:01 WIB

Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Bupati Labuhanbatu Tegaskan SPPG Jaga Kualitas MBG

Senin, 23 Feb 2026 - 13:11 WIB

LABUHANBATU

Keutamaan Sholat Tarawih, Cahaya Malam Ramadhan yang Menyentuh Hati

Minggu, 22 Feb 2026 - 23:17 WIB

LABUHANBATU

Anak Tidak Lambat, Kita yang Terburu-Buru

Minggu, 22 Feb 2026 - 06:14 WIB