Zulnas.com, Labuhanbatu — Arjan Priadi Ritonga menyampaikan kecaman terhadap karikatur yang dimuat majalah Tempo serta sejumlah pemberitaan yang dinilai belum tentu kebenarannya, Kamis (16/04/2026). Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat polemik tersebut secara jernih dan proporsional.
Menurut Arjan, konten visual yang beredar berpotensi menimbulkan tafsir yang tidak utuh apabila tidak dipahami secara menyeluruh. Ia menilai penyajian pesan yang kurang berimbang dapat membentuk opini publik yang tidak sesuai dengan fakta.
“Kami melihat ada potensi salah tafsir dari karikatur tersebut. Karena itu, perlu dilihat secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” ujarnya.
Arjan menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap diiringi dengan tanggung jawab dalam penyampaian informasi.
Di tengah polemik tersebut, Arjan juga menegaskan sikap kader Partai NasDem di daerah yang tetap solid dalam mendukung kepemimpinan Ketua Umum Surya Paloh.
“Sebagai kader NasDem, kami tetap solid dan berdiri di belakang Ketua Umum. Kami juga mengecam pemberitaan yang belum tentu kebenarannya dan berpotensi menyesatkan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arjan menilai narasi yang mengaitkan Partai NasDem dengan kepentingan bisnis merupakan pandangan yang tidak berdasar. Menurutnya, partai tersebut dibangun atas semangat perubahan dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
“NasDem bukan entitas bisnis. Ini adalah gerakan politik yang lahir dari gagasan perubahan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa sosok Surya Paloh memiliki peran penting dalam perjalanan partai dan menjadi representasi nilai serta arah perjuangan.
“Surya Paloh adalah bagian yang tidak terpisahkan dari identitas partai. Itu sebabnya kami merasa perlu meluruskan berbagai persepsi yang berkembang,” ujarnya.
Arjan menilai respons kader di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Utara, merupakan bentuk kepedulian terhadap citra partai. Ia memastikan bahwa penyampaian sikap tersebut tetap berada dalam koridor demokrasi serta mengedepankan ketertiban.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi. Menurutnya, setiap produk jurnalistik harus mengedepankan akurasi dan keseimbangan agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Media memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik. Karena itu, akurasi dan keseimbangan harus menjadi prioritas,” ucapnya.
Meski diwarnai polemik, Arjan memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu fokus kader NasDem dalam menjalankan tugas politik, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tetap fokus bekerja untuk masyarakat. Dinamika seperti ini tidak boleh mengalihkan perhatian dari tugas utama kami,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Arjan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu benar.
“Masyarakat harus cerdas dalam memilah informasi. Jangan sampai kita terjebak pada opini yang belum tentu sesuai fakta,” tutupnya. (Ceha).












