Zulnas.com, Batubara — Pemerintah Kabupaten Batubara terus memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan basis data yang lebih terukur dan terintegrasi. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA), pengelompokan warga kini dilakukan berdasarkan sistem desil guna memastikan program bantuan sosial tepat sasaran.
Plt Kepala DSPPPA Batubara, Mulyadi, menjelaskan bahwa desil merupakan metode statistik yang membagi penduduk ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 mencerminkan kelompok paling miskin, sedangkan desil 10 merupakan kelompok paling sejahtera.
“Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), kita bisa mengelompokkan rumah tangga dari yang sangat miskin hingga sangat kaya. Ini menjadi dasar dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial,” ujar Mulyadi kepada zulnas.com, saat ditemui di Kecamatan Air Putih, Senin (6/4/2026) petang.
Mulyadi menegaskan, penggunaan DTSEN sejalan dengan arahan Wakil Bupati Batubara Syafrizal dalam mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Pemetaan Warga Berdasarkan Desil
Dalam data DTSEN tahun 2026, jumlah penduduk Kabupaten Batubara tercatat sebanyak 485.440 jiwa dengan total 154.748 keluarga. Dari jumlah tersebut, pengelompokan desil menunjukkan:
Desil 1 (sangat miskin): 16.872 keluarga / 59.690 jiwa
Desil 2 (miskin): 18.019 keluarga / 65.671 jiwa
Desil 3 (hampir miskin): 20.246 keluarga / 71.610 jiwa
Desil 4 (rentan miskin): 18.907 keluarga / 61.282 jiwa
Desil 5 (menengah bawah): 20.035 keluarga / 61.335 jiwa
Sementara itu, desil 6 hingga 10 masuk kategori menengah hingga sangat sejahtera.
Baca juga : Wabup Syafrizal Tekankan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data Nasional
Secara wilayah, kantong-kantong kemiskinan juga telah dipetakan. Desil 1 banyak tersebar di Kecamatan Tanjung Tiram, desil 2 di Medang Deras, desil 3 di Lima Puluh Pesisir, desil 4 di Nibung Hangus, dan desil 5 di Datuk Lima Puluh.
Dasar Penyaluran Bantuan Sosial
Mulyadi menjelaskan, pengelompokan desil ini menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.
Sehingga dengan demikian, lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lintas kecamatan dapat melakukan upaya terpadu sesuai dengan titik locus yang telah terpetakan.

Rumah tangga pada desil 1 hingga 4 menjadi prioritas penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara desil 1 hingga 5 berhak menerima bantuan Program Sembako (BPNT), bantuan iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), hingga program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) serta bantuan sosial lainnya dari Kementerian Sosial.
Selain itu, data DTSEN juga telah terintegrasi dengan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga riwayat pemanfaatan layanan kesehatan masyarakat dapat terpantau secara berkala dan lebih akurat.
“Dengan integrasi ini, kita bisa melihat frekuensi penggunaan layanan BPJS setiap individu, sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat dan berbasis data,” jelasnya.
Kemiskinan Menurun, Kualitas Hidup Membaik
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Batubara pada tahun 2025 tercatat sebesar 10,10 persen, menurun dari 10,94 persen pada tahun 2024.
Baca Juga : Zahir yakin 2024 Kabupaten Batu Bara Bebas Dari Orang Miskin
Penurunan sebesar 0,84 poin persentase ini menandakan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat, meskipun di saat yang sama garis kemiskinan meningkat dari Rp591.201 menjadi Rp613.493 per kapita per bulan.
Artinya, kebutuhan hidup minimum mengalami kenaikan, namun daya tahan ekonomi masyarakat juga menunjukkan perbaikan.
Hal ini diperkuat dengan turunnya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dari 1,50 menjadi 1,13, yang berarti rata-rata pengeluaran masyarakat miskin semakin mendekati garis kemiskinan.
Selain itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga turun dari 0,30 menjadi 0,20, menunjukkan kesenjangan antarpenduduk miskin semakin menyempit.
Menuju Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran
Dengan pendekatan berbasis desil dan dukungan data terintegrasi DTSEN, Pemkab Batubara optimistis program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Pendekatan ini tidak hanya fokus pada penurunan angka kemiskinan, tetapi juga memastikan kualitas hidup masyarakat meningkat secara bertahap di tengah tantangan kenaikan biaya hidup. ****Dan












