Di Tengah Dunia yang Bergegas, Novel Hadir Sebagai Tempat Bernapas Terakhir

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Labuhanbatu — Ketika dunia bergerak semakin cepat dan perhatian manusia semakin terpecah, sebuah pertanyaan kembali menggema di ruang-ruang diskusi literasi: masih perlukah kita membaca novel?

Pertanyaan itu muncul kuat dalam sebuah forum literasi yang berlangsung di ibu kota di mana para pembaca, guru, dan peneliti berkumpul seakan mencari jawaban atas stres dan kebisingan era digital.

Di hadapan ratusan peserta, peneliti literasi, R. Damayanti, mengungkapkan hasil temuannya dengan nada yang membuat ruangan seketika hening.

“Novel bukan sekadar buku. Ia adalah ruang aman, tempat kita menaruh diri saat dunia terasa terlalu bising,” ujarnya. Suara itu menggema seperti sebuah peringatan.

Damayanti menjelaskan bagaimana membaca novel dapat memperlambat detak hati yang gelisah, menarik kembali fokus yang hilang, dan memulihkan kemampuan manusia untuk merasakan. Menurutnya, struktur panjang sebuah novel justru menjadi “pagar” yang membantu pembaca menemukan ketenangan di tengah badai notifikasi dan konten singkat yang tak pernah berhenti.

Baca Juga :  Kunjungan Kajari Ke DPRD, Arjan Priadi Dorong Pembangunan Transparan dan Akuntabel

Di sisi lain, beberapa guru yang hadir mengungkapkan perubahan mencolok pada siswa yang kembali diperkenalkan dengan kebiasaan membaca cerita panjang.
“Mereka tiba-tiba jadi lebih peka, lebih berani bercerita, dan lebih memahami perasaan temannya,” kata salah satu guru. “Seolah-olah novel membuka pintu yang sudah lama tertutup.”

Namun realitas tak sepenuhnya cerah. Banyak remaja tetap memilih video pendek sebagai pelarian paling cepat, meninggalkan novel yang memerlukan waktu, komitmen, dan kedalaman,tiga hal yang kini semakin langka dalam kehidupan modern.

Baca Juga :  Azab Pedih Untuk Koruptor di Akhirat

Meski begitu, para pemerhati literasi sepakat: novel masih sangat diperlukan. Bukan untuk nilai rapor, bukan untuk kewajiban sekolah, tetapi untuk alasan yang jauh lebih manusiawi. Novel membantu manusia terhubung kembali dengan dirinya sendiri, dengan emosi yang terlupakan, dan dengan kisah yang selama ini hanya melintas, tanpa pernah benar-benar dimaknai.

Di luar gedung forum, malam tampak lengang. Tapi bagi banyak orang yang hadir, pesan itu terasa jelas: Membaca novel bukan sekadar kegiatan. Ia adalah cara untuk tetap menjadi manusia di dunia yang terus berlari. (CeHa).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin Apel Gabungan, Kepala Inspektorat Labuhanbatu Warning OPD: Ubah Mindset, Stop Cari Cara Habiskan Anggaran!
Berawal dari Info Warga, Polisi Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Dusun Mualmas Bilah Hulu
80 Tahun Mengabdi, Polres Labuhanbatu Gelar Upacara Khidmat di Rantauprapat
Polres Labuhanbatu Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga Korban Kebakaran di Padang Bulan
Kapolres Labuhanbatu Buka Turnamen Mobile Legends Cup 2026 Road to E-Sport Kapolri, Ajak Generasi Muda Jauhi Narkob
Peduli Sosial, Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Khitanan Ceria Sambut 1448 H
Dandim 0209/LB : Tegaskan Tak Ada Anggota TNI Terlibat Pengambilan Lembu Viral Labuhanbatu
Dapat Info Warga, Reskrim Polsek Bilah Hilir Ringkus Pengedar Sabu Muda di Kampung Padang

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pimpin Apel Gabungan, Kepala Inspektorat Labuhanbatu Warning OPD: Ubah Mindset, Stop Cari Cara Habiskan Anggaran!

Senin, 6 Juli 2026 - 23:44 WIB

Berawal dari Info Warga, Polisi Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Dusun Mualmas Bilah Hulu

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:44 WIB

80 Tahun Mengabdi, Polres Labuhanbatu Gelar Upacara Khidmat di Rantauprapat

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:32 WIB

Polres Labuhanbatu Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga Korban Kebakaran di Padang Bulan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:08 WIB

Kapolres Labuhanbatu Buka Turnamen Mobile Legends Cup 2026 Road to E-Sport Kapolri, Ajak Generasi Muda Jauhi Narkob

Berita Terbaru