“Zero Tolerance” Untuk Kematian Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir Melalui Pokja Kibbla

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 Agustus 2023 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Labuhanbatu – Sehubungan dengan telah berjalannya Gema Kibbla (Gerakan Bersama Selamatkan Ibu dan Bayi Kabupaten Labuhanbatu) maka tim pelaksana Pokja/Kibbla dipandang perlu melakukan pertemuan lanjutan untuk melihat progres gerakan agar agenda untuk penurunan AKI/AKB, Sunting serta peningkatan cakupan KBPP tetap terjaga untuk mewujudkan ” Zero Tolerance” dikabupaten Labuhanbatu.

Bertempat di ruang rapat Bupati Labuhanbatu jalan SM. Raja Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan Kamis, 03/08/2023, Pokja Kibbla melakukan pertemuan lanjutan untuk mencapai mufakat bersama “Zero Tolerance” (Nol Toleransi) terhadap kematian ibu melahirkan dan anak baru lahir dikabupaten Labuhanbatu.

Ketua TP. PKK Kabupaten Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita S.Pog, MKM, selaku ketua Pokja Kibbla mengemukakan berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Labuhanbatu nomor 9 tahun 2019 bahwa kesehatan ibu bayi baru lahir bayi dan anak adalah wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam pelaksanaan kibbla guna menurunkan angka kematian ibu.

Untuk mengantisipasi hal itu, dr. Maya menjelaskan pihaknya berusaha untuk mengaktifkan Dasawisma, Dasawisma adalah suatu kelompok 10 satu keluarga di mana setiap keluarga itu adalah salah satunya tim penggerak PKK, di mana tim penggerak PKK Dasawisma merupakan kader kesehatan maupun kader posyandu.

Baca Juga :  Bupati Labuhanbatu Gerak Jalan Sehat Bersama PWI

Selain itu, sebut Ketua TP.PKK Labuhanbatu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu telah menyiapkan sarana maupun penunjang di Puskesmas tingkat Kecamatan maupun posyandu, yang mana semua Puskesmas memiliki USG dan Dokter Sepesialis.

Kemudian, ucap dr. Maya, PKK, Kecamatan Desa dan Kelurahan tetap berperan aktif dan membantu program pemerintah dalam suatu program PKK, PKK siap membantu dan bersinergi dalam menurunkan angka kematian ibu bersalin dan bayi baru lahir di Kabupaten Labuhanbatu.

“Dari data terkumpul, Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Labuhanbatu masih cukup tinggi, angka kematian ibu per Juli 2023 ada 6 kasus kematian, dan 11 Kasus kematian bayi,” ucap dr.Maya. (Kamis, 03/08/2023).

Ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menentukan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan dalam mengantisipasi bertambahnya kematian ibu bersalin dan bayi baru lahir.

Dalam hal ini saya minta kepada seluruh tim Pokja untuk menindaklanjutinya dengan serius yang mana kasus kematian ibu bersalin dan bayi baru lahir merupakan salah satu indikator kinerja pemerintah daerah.

“Untuk itu dalam kesempatan ini saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik dan berkusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi baik dari fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas tingkat rujukan”. Pungkas Maya.

Baca Juga :  Wabup Labuhanbatu Ajak Seluruh Ormas Wujudkan Visi Misi Membangun Desa Menata Kota

Adapun upaya pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk menurunkan AKI dan AKB salah satunya yaitu dengan meningkatkan sumber daya manusia dengan melatih tenaga kesehatan di puskesmas terkait on the job training dari Kementerian Kesehatan akan melatih dokter Puskesmas tentang penggunaan USG di mana seluruh Puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu telah mempunyai alat USG.

Pemerintah daerah juga telah menjalin kerjasama dengan lintas sektor, lintas program, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya, salah satu strategi utamanya yaitu membentuk kelompok kerja percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Di mana Pokja Kibbla nantinya diharapkan menjadi wahana komunikasi dan jembatan yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengatasi masalah ini sesuai tugas dan fungsi serta anggaran masing-masing.

Dalam diskusi yang dihadiri Kaban Bappeda, Kadis Kominfo, Kadis Kesehatan, PMD, Dinas KB, Dirut RSUD, RS Swasta, IDI, IBI, BPJS dan Forum Masyarakat Madani tersebut di isi dengan masukan saran dan ide terkait pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, melahirkan dan bayi. (BAF)

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sisir Lokasi Rawan,Polres Labuhanbatu Bersama TNI dan Satpol PP Pastikan Kamtibmas Terjaga
Sabet 2 Gelar di Wilayah III, SMK YAPIM Rantauprapat Melaju ke Final
Apel Gabungan, Asisten I Sampaikan Isu Utama Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Perang Melawan Narkoba di Labuhanbatu: Polisi Ungkap Ratusan Kasus, Sita Puluhan Kilogram Sabu
Sekolah Modern, Dengan biaya Terjangkau? SMK Yapim Rantauprapat Jawabannya
Makna Menampilkan Pasangan di Media Sosial: Antara Ekspresi Cinta dan Privasi
Riris Melati Sinaga: Kartini Kritik Ketidakadilan Melalui Tulisan
Wabup Labuhanbatu Turut Sambut Angkatan Ke-28 Alumni SMA Plus Rantauprapat

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:37 WIB

Sisir Lokasi Rawan,Polres Labuhanbatu Bersama TNI dan Satpol PP Pastikan Kamtibmas Terjaga

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:50 WIB

Sabet 2 Gelar di Wilayah III, SMK YAPIM Rantauprapat Melaju ke Final

Senin, 11 Mei 2026 - 21:03 WIB

Apel Gabungan, Asisten I Sampaikan Isu Utama Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Senin, 27 April 2026 - 20:59 WIB

Perang Melawan Narkoba di Labuhanbatu: Polisi Ungkap Ratusan Kasus, Sita Puluhan Kilogram Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 09:54 WIB

Sekolah Modern, Dengan biaya Terjangkau? SMK Yapim Rantauprapat Jawabannya

Berita Terbaru