Bupati Rangkul Pihak Luar, Desain Songket Dengan Corak Etnik Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Maret 2019 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batubara,zulnas.com –Masih dalam Wawancara, Zahir mengatakan akan rangkul pihak luar untuk desgin motif songket terbaru.

“Maka dari itu kita akan segera mengundang tenaga dari luar, untuk mendesin songket dengan corak etnik terbaru dengan memberikan pelatihan dan pembinaan secara rutin” ujar Bupati Batu Bara Zahir dalam kunjunganya di acara PRSU di Medan, pada jum’at,  8 Maret 2019 kemarin.

Sebagai warisan leluhur yang sekaligus akan menjadi cikal bakal bagi baju para PNS di tepi pantai Selat Malaka tersebut.

Bupati Zahir berharap Songket corak moderen terus dapat dikembangkan dan dilestarikan dalam kehidupan berbudaya.

Pemerintah Batu Bara Memiliki Tugas Menggali Kebudayaan dengan Tidak Menghilangkan Kearifan Lokal

Menurut Zahir, pemerintah Batu Bara juga memiliki tugas khusus untuk menggali dan meneliti kembali nilai sejarah dan kebudayaan yang sudah terpendam sejak lama itu.

“Ini lah kita coba berupaya, nanti akan kita buat festival Designer Songket dan batik atau kita panggil saja Designer atau perancang baju dari pihak luar, supaya bisa menghadirkan ide ide kreatif terbaru mengenai songket dan Batik, dengan tidak menghilangkan kearifan budaya lokal yang ada di Batu Bara” tuturnya

Kabupaten Batu Bara Belum Memiliki Baju Batik

Yang pertama, lanjut Zahir “kabupaten Batu Bara sudah punya songket yang cukup dikenal dengan menawarkan motif etnik yang mewakili nuansa adat yang masih perlu diperbaiki, dan kita juga masih belum memiliki batik, ini saya lagi mikir.

Baca Juga :  Lagi, Nelayan Hilang Tenggelam Di Perairan Beting Bawal

“nah ini akan kita coba juga menghadirkan batik. Saya kan 57 hari masih bertugas sebagai Bupati, masih baru sekali dalam mewacanakan perancangan ini.

Motif Songket Karya Bupati, Sebagai Alternatif Kebosanan Dalam Mengkonsumsi Produk Lokal

“saya akan coba merancang seperti baju yang saya gunakan ini, coba lihat, model baju yang memang sengaja saya motif sendiri, Supaya tidak bosan orang dalam mengkonsumsi produk-produk lokal yang ada di Batu Bara, apalagi Batu Bara saat ini kan sudah terkenal degan songket yang masih perlu diinovasi lagi, tapi bagaimna pulak batik Batu Bara,? Ini sedang kita pikirkan.

Yang Disebut Songket dan Batik ‘Salah Nama’

“Mudah-mudahan, harapan kita kedepan bisa kita kombinasikan antara batik dgn songket, orang kalo membeli songket kan terlalu mahal, misal nya motif nya sebahagiannya songket, tapi badan nya batik yang dipadukan.. Bisa nanti kita buat songket ‘salah nama’ atau Batik ‘salah nama’.” jelasnya

“Kenapa disebut batik atau songket ‘salah salah’, karena konsepnya dia batik tidak, songket tidak. Sebuah nama itu kan, ya yang memang harus ngoenclong, tapi harus ada maknanya juga.

Baca Juga :  Alat Berat PU Keruk Tanah, Kades Suka Jaya Sebut Agar Tidak Abrasi

Selain kabupaten ini juga memiliki pulau ‘salah nama’ yang sudah terkenal ada di kabupaten Batu Bara, “kita juga harus punya kearifan lokal tersendiri yang menunjukan itu adalah produk khas nya Batu Bara. nah, inilah perencanaan agenda 5 tahun kita kedepan, jadi ya kita fokus mensukseskan itu dulu.” tawarnya

Memiliki Tujuan Ganda

Ekspresi Bupati saat membenarkan tujuan pembuatan kombinasi antara songket dan batik.

Dengan harapannya kedepan sebagai Bupati di salah satu Daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini, pengembangan kombinasi antara kedua rencana bahan baku itu memiliki makna dan tujuan ganda, baik dari sisi kearifan lokal maupun dari sisi pemasarannya.

Selain menjadi mata pencaharian bagi masyarakat, juga bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan warisan nenek moyang yang ada.

“Emang kita inginkan bahwa seluruh PNS, Anak Sekolah , BUMN, karyawan di Batu Bara, memakai songket dan batik, supaya kimoditas kedua ini bisa lebih banyak terbelik oleh masyarakat Batu Bara sendiri , sehingga akan tumbuhlah ekonomi kerakyatan itu.

“Kalo ini sudah berlaku, maka pihak produsen pengrajin akan kualahan dalam memproduksi songket, nah baru nanti akan kita coba masukkan konsep songket dan batik dengan tenaga mesin atau tekstil” pungkas nya. ***Red

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan
Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria
MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara
Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu
Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya
PB GEMKARA Santuni Keluarga Pejuang Pemekaran, Air Mata Haru Warnai Peringatan HUT ke-19 Batubara
PB Gemkara Desak Presiden Prabowo Ambil Alih Eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus
Tokoh Pemuda Apresiasi Penunjukan Zulkarnain Achmad sebagai Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:41 WIB

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:53 WIB

Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria

Senin, 12 Januari 2026 - 15:53 WIB

MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:24 WIB

Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:55 WIB

Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:05 WIB