Negeri Panai di Serbu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 April 2021 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara –Ketika kerajaan Aru yang menganut kepercayaan pelbegu menolak diajak untuk menganut agama Islam, akhirnya kerajaan Aceh menyerangnya.

Raja Aru melarikan diri dan membangun kerajaannya kembali di Deli tua, sementara rakyat yang tetap tinggal di kerajaan Aru sukarela memeluk agama Islam.

Kerajaan Aru yang berada di Deli tua dipimpin seorang ratu Herlina Boru malem. Karena kecantikannya sering disebut sebagai putri hijau.

Ratu yang masih gadis ini dipersunting oleh Sultan Iskandar muda, dengan maksud agar memeluk agama Islam.

Penolakan yang dilakukan ratu ini mengakibatkan penyerbuan kerajaan Aceh. Penyerbuan ribuan bala tentara Aceh ini dipimpin panglima Aceh asal India Gocah pahlawan dan panglima muda Perlak.

Kerajaan Aru tak mampu membendung serbuan ini. Putri hijau memerintahkan para panglimanya untuk lari kepegunungan sambil membentuk kerajaan Aru ke tiga di pengunungan itu. Sementara putri hijau bertahan dalam istana, setelah tak mampu ratu ini lari menyusuri sungai sampai ke laut.

Sementara itu, Gocah pahlawan adalah panglima Aceh asal India menyerbu tempat pelarian panglima Aru yang mendirikan tiga Aru di perbukitan.

Baca Juga :  Kapolsek Labuhan Ruku Bangun Sarana Ibadah Mushola

Hal ini tidak sebagaiman pesan Ratu Boru malem yang harus mendirikan Aru ke tiga di perbukitan bukit barisan.

Dalam penyerbuan itu, dua Aru dapat di tumpas habis, sementara yang satu lagi panglima Gocah pahlawan tak sempat menyerbunya karena harus kembali ke istana Aru di Deli tua.

Sementara panglima muda perlak mengejar ratu Aru Boru malem yang lari melalui sungai sampai ke lautan. Berhari panglima muda perlak mengharungi lautan tetapi ratu Boru malem gadis yang menolak pinangan Tengku Iskandar muda ini tak juga ditemukannya.

Pengejaran yang dilakukan panglima muda perlak ke arah timur sampai ke pinggiran ledong yang dicari tak juga didapat.

Dalam peristiwa ini, panglima muda perlak bertemu dengan istri dan anak anak raja kerajaan Panai yang terbuang.

Anak beranak ini dibuang raja Panai akibat hasutan hatoban (pembantu) yang diperistrinya yang telah melahirkan anak lelaki.

Pertemuan itu melahirkan kesepakatan kerajaan Aceh akan membantu anak beranak ini merebut kembali kerajaan Panai memberi kepada yang berhak.

Baca Juga :  Hari Libur Tahun Baru, Bupati Batubara Meninjau Tempat Wisata

Panglima muda perlak dengan pasukannya seketika itu juga menyerbu kerajaan Panai, namun gagal karena kekuatan yang tak sebanding.

Panglima muda perlak dan Gocah pahlawan kembali ke Aceh menghadap yang mulia sultan kesultanan Aceh Tengku Iskandar muda.

Tidak terlalu lama, Sultan Iskandar muda memerintahkan panglima Gocah Pahlawan memindahkan kerajaan Aru ke labuhan Deli dan sekaligus memimpin kerajaan itu. Sementara panglima muda perlak mendapat titah menyiapkan bala tentara untuk menyerbu kerajaan Panai.

Raja Panai yang telah mendengar rencana raja Aceh mempersiapkan bala tentaranya untuk menghadang penyerbuan itu. Namun kekalahan tak bisa dihindarkan raja Panai meninggal dalam penyerbuan itu. “Raja Panai marhom di jambu”.

Kerajaan Panai diserahkan sultan Aceh kepada yang berhak. Atas keberhasilan itu istri raja Panai mengijinkan anak gadisnya “putri berinai” menghaturkan sembah ke negeri Aceh.

Keberangkatan putri berinai ke negri Aceh didampingi panglima Bakkara satu satunya panglima yang sepatah sepatah tahu bahasa Melayu. ***ET

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta
Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026
Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor
Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis
Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”
Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum
Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?
Baharuddin Siagian Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Isu Politik Identitas di Pilkada Batubara 2024

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta

Jumat, 4 September 2026 - 18:53 WIB

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Polsek Kualuh Hulu Ungkap Kasus Sabu,Satu Tersangka Diamankan

Selasa, 8 Sep 2026 - 11:29 WIB