Dibangun Milyaran, Pelabuhan Tanjung Tiram Belum Beroperasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Januari 2021 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Pelabuhan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Sumut dibawah Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berbilang tahun tak beroperasi, Senin (11/1/2021).

Pelabuhan yang terletak di Ujung Jalan Merdeka Kecamatan Tanjung Tiram juga selalu disebut masyarakat setempat pelabuhan bom hanya beberapa bulan beroperasi setelah dibangun 10 tahun yang lalu.

Pelabuhan yang dibangun dengan dana milyaran rupiah ini hanya dihuni beberapa orang pegawai saja. Halamannya terkesan kurang terurus, menjadi tempat parkir kenderaan dan transit bahan bangunan masyarakat yang berada di seberang pelabuhan.

Kepala Wilayah Kerja pelabuhan Tanjung Tiram Sutriono mengatakan pelabuhan ini pernah beroperasi beberapa bulan sejak dibangun, tetapi karena alur sungai pantai laksamana dangkal di waktu air pasar surut pemilik kapal penumpang Batubara – Port Klang menghentikan operasionalnya.

Baca Juga :  Mewakili Dandim 0208/AS, Pesantren Al-Mukhlishin Juara Ketiga Piala KASAD Liga Santri PSSI 2022
Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Tiram Sutriono

Setiap tahun permohonan pengerukan alur sungai diajukan beliau ke pusat. Namun hingga kini belum terealisasikan.

“Tiap tahun kita ajukan permohonan pengerukan alur sungai, tapi sampai kini belum terealisasikan oleh pemerintah pusat,” Kata Sutriono kepada zulnas.com diruang kerjanya, Senin (11/1/2021).

Sedangkan pendapatan dari pengelolaan parkir di pelabuhan itu di setor juga ke pusat. Sementara material bangunan milik masyarakat beliau mentolerirnya karena digunakan sebagai transit sesaat.

Baca Juga :  Kacabdis Pendidikan Lantik Plt Kasek SMAN 1 Tanjung Tiram

Sekedar diketahui, Pelabuhan Tanjung Tiram awalnya pelabuhan yang dibangun pemerintah Belanda.

Kedatangan pasukan jepang tahun 1942 ke Sumatera timur melalui pantai perupuk yang hanya berjarak belasan mil dari pelabuhan Tanjung Tiram.

Belanda membom pelabuhan itu karena khawatir dimanfaatkan oleh bala tentara Jepang.

Suara dentuman penghancuran pelabuhan itu terdengar masyarakat sekitar seperti suara bom yang dijatuhkan.

Masyarakat setempat berharap Dirjen Perhubungan Laut memperdalam dengan mengeruk alur sungai agar transportasi kapal penumpang Batubara – Port Klang Malaysia bisa beroperasi kembali. ***Et

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”
Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum
Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?
Baharuddin Siagian Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Isu Politik Identitas di Pilkada Batubara 2024
Kejar 12 Jam, Polisi Gagalkan “Serangan” Narkoba Rp57 Miliar dari Malaysia di Tol Lubuk Pakam
Diduga Terkait Proyek E-Katalog, Isu OTT di Kominfo Tebingtinggi Mencuat Kadis Bantah Keras
Profil Kajari Karo Danke Rajagukguk Yang Tangani Perkara Amsal Sitepu
Eks Kadis Kesehatan Batubara Divonis 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana BTT

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:06 WIB

Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?

Rabu, 29 April 2026 - 11:52 WIB

Baharuddin Siagian Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Isu Politik Identitas di Pilkada Batubara 2024

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WIB

Kejar 12 Jam, Polisi Gagalkan “Serangan” Narkoba Rp57 Miliar dari Malaysia di Tol Lubuk Pakam

Berita Terbaru