PNTI Batubara Audiensi ke Satpol Airud Polda Sumut: Bahas Krisis Nelayan Tradisional dan Solusi Bersama

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara, — Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kabupaten Batubara melakukan audiensi ke Pos Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polda Sumut wilayah Batubara yang berlokasi di perairan Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Selasa (16/6/2025).

Rombongan PNTI yang dipimpin langsung oleh Ketua Ir. Azwar Hamid disambut hangat oleh Komandan Satpol Airud, Bapak HP Kaban, beserta sejumlah personel di antaranya J. Saragih, D. Efendi, Andi, dan Mashuri. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan.

Turut hadir dalam audiensi tersebut pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PNTI Batubara Azmi Saini, Khairudin Koyar, Jhon, Zulkifli, dan Zainal Abidin, serta jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari berbagai kecamatan seperti Talawi, Medang Deras, Nibung Hangus, Datuk Lima Puluh Pesisir, dan Tanjung Tiram.

Komandan HP Kaban dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan PNTI. Ia menyebut kehadiran PNTI sebagai mitra strategis dalam mendeteksi persoalan nelayan sejak dini dan mencari solusi bersama demi kesejahteraan nelayan tradisional.

Baca Juga :  Gemara Sebut Potensi PAD Sektor Galian C Rawan Bocor

“Dengan adanya PNTI, kita harapkan pertukaran informasi bisa lebih intensif. Terutama soal aktivitas kapal Tank Kerang dari luar yang kerap merugikan nelayan tradisional,” ujar Kaban.

Ia juga mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir sekitar 50 unit kapal Tank Kerang telah ditangkap dan dibawa ke Belawan untuk diproses. Personel Satpol Airud Polda Sumut juga aktif menjaga wilayah perairan Batubara, termasuk di Pagurawan, Tali Air Permai, Tanjung Tiram, Lima Puluh Pesisir, hingga Kuala Tanjung.

PNTI Batubara Audiensi ke Satpol Airud Polda Sumut: Bahas Krisis Nelayan Tradisional dan Solusi Bersama

Ketua PNTI Batubara, Ir. Azwar Hamid, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi nelayan yang kian memprihatinkan. Ia menyebut, hasil tangkapan nelayan tradisional mengalami penurunan drastis hingga membuat banyak nelayan hidup di bawah garis kemiskinan.

“Salah satu penyebabnya adalah rusaknya terumbu karang yang seharusnya menjadi rumah bagi ikan, udang, kepiting, dan cumi-cumi. Kerusakan ini terjadi karena tidak adanya pengawasan terhadap pelanggaran Keppres Nomor 39 Tahun 1980,” ujar Azwar.

Ia menambahkan, kapal Tank Kerang telah merusak alat tangkap nelayan tradisional yang sedang melabuh. Oleh karena itu, PNTI mendorong pembentukan zona tangkap khusus untuk kapal Tank Kerang agar tidak mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional.

Baca Juga :  Guna Penambahan Kuota dari Partamina, Nelayan Jangan Enggan Didata

Azwar juga menyatakan kesiapan PNTI untuk berkolaborasi dalam patroli laut bersama pihak keamanan guna mencegah gangguan dan konflik antarnelayan.

Sementara itu, Jhon, salah satu pengurus PNTI, mengungkapkan bahwa nelayan Tank Kerang sering kali tidak menepati janji ketika terjadi kerusakan alat tangkap milik nelayan tradisional.

“Harapan kami, ada langkah serius dari pihak terkait untuk menertibkan kapal-kapal pengganggu ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Azwar juga menyampaikan bahwa sektor perikanan budi daya belum mengalami kelebihan kapasitas (overload), sementara aktivitas alat tangkap di perairan Batubara justru sudah melebihi batas wajar.

PNTI Batubara sebelumnya telah menerima surat rekomendasi dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengawasan dan perlindungan nelayan tradisional. (Azmi).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan
Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria
MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara
Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu
Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya
PB GEMKARA Santuni Keluarga Pejuang Pemekaran, Air Mata Haru Warnai Peringatan HUT ke-19 Batubara
PB Gemkara Desak Presiden Prabowo Ambil Alih Eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus
Tokoh Pemuda Apresiasi Penunjukan Zulkarnain Achmad sebagai Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:41 WIB

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:53 WIB

Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria

Senin, 12 Januari 2026 - 15:53 WIB

MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:24 WIB

Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:55 WIB

Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:05 WIB