Pendangkalan Muara Kuala Tanjung Tiram Batubara Menyulitkan Aktivitas Nelayan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Januari 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara, — Pendangkalan di muara Kuala Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, menjadi persoalan serius bagi para nelayan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas perahu dan sampan menjadi terganggu, sehingga berdampak langsung pada aktivitas nelayan yang bergantung pada hasil melaut.

Seorang nelayan setempat, Syahrul (45), mengungkapkan bahwa pendangkalan ini telah mempersulit mereka untuk keluar masuk muara, terutama saat air surut. “Kalau airnya dangkal, kami harus menunggu pasang naik, dan itu memakan waktu. Hasil tangkapan jadi berkurang karena waktu melaut terbuang,” ujarnya, Rabu 1 Januari 2025.

Baca Juga :  Pendangkalan Muara: Mungkinkah Muara Sungai Tanjung Tiram Di Keruk?

Pendangkalan ini juga memperbesar risiko kerusakan pada perahu. Beberapa nelayan mengeluhkan perahu mereka sering kandas, yang menyebabkan lambung perahu tergores dan rusak. Biaya perawatan perahu pun meningkat, sehingga menambah beban ekonomi mereka.

Pemerintah Kabupaten Batubara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan diminta hatus peka terhadap permasalahan ini. Karena ini adalah soal hidup hajat anak manusia.

Baca : Malam Tahun Baru di Pulau Pandan: Simfoni Laut, Bintang, dan Harapan

“Kami sering kordinasikan hal ini kepada instansi terkait untuk melakukan pengerukan muara. Ini memang menjadi skala prioritas bagi nelayan karena menyangkut mata pencaharian masyarakat nelayan,” sebut Iwan nelayan jaring ikan.

Baca Juga :  IPARI dan Baznas Batubara Ajak Anak Panti Asuhan Belanja Baju Lebaran

Namun, para nelayan berharap tindakan nyata segera dilakukan. “Jangan hanya survei dan janji. Kami butuh solusi kongkrit karena ini menyangkut hidup kami,” tegasnya.

Pendangkalan di muara Kuala Tanjung Tiram menjadi perhatian berbagai pihak. Selain menyulitkan aktivitas nelayan, masalah ini juga berpotensi mengganggu distribusi hasil laut ke pasar lokal dan regional.

Diharapkan, pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini demi keberlanjutan mata pencaharian para nelayan. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:45 WIB

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Camat Rantau Selatan Dorong QRIS untuk Perkuat PAD

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:49 WIB

LABUHANBATU

Polisi Hadir di Tengah Warga,Warung Polri Presisi Kembali Digelar

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:25 WIB

LABUHANBATU

Aktif Makmurkan Mesjid,Kapolres Wahyu Raih DMI Award

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:35 WIB