Zulnas.com, Batubara, — PT Buana Sawit Indah (BSI), yang beroperasi di beberapa wilayah Kabupaten Batubara Sumatera Utara memberikan klarifikasi terkait berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Manager PT BSI, Ali, menegaskan bahwa perusahaan ini baru berdiri sejak tahun 2010, bukan puluhan tahun seperti yang beredar di masyarakat.
“Perusahaan kami mulai beroperasi tahun 2010. Untuk lahan di Devisi III, Desa Padang Genting, luasnya sekitar 109 hektar, dengan hasil panen rata-rata 3 ton per hari, bukan 15 ton seperti yang disebutkan sebelumnya,” ujar Ali kepada wartawan di kantor PT Buana Sawit Indah (BSI) desa Petatal, Jum’at 21 Februari 2025.
Komitmen Perusahaan dalam Perawatan Infrastruktur
Terkait perawatan jalan yang menjadi keluhan masyarakat, PT BSI menyatakan bahwa mereka memiliki kontribusi rutin. Setiap bulan, perusahaan mengalokasikan Rp250.000 per bulan untuk perawatan dan perintisan jalan desa yang digunakan bersama masyarakat dan perusahaan.
“Kami tidak hanya berkontribusi dalam bentuk dana, tetapi juga membantu meratakan badan jalan, membabat jalan yang semak, serta menyumbang material untuk perbaikan jalan. Ketika ada kerusakan yang lebih besar, kami juga turut serta dalam perbaikannya,” ujar Ali, didampingi Asisten Milhan Sitorus dan sejumlah managemen pabrik.
Tak hanya itu, pihak juga telah memberikan bantuan penerangan jalan di desa setempat.

Bantuan Sosial dan Kontribusi Terhadap Masyarakat
Menanggapi tudingan kurangnya kontribusi kepada masyarakat, PT BSI membantah hal tersebut. Menurut Ali, perusahaan selalu terbuka dalam menerima proposal bantuan dari masyarakat, terutama dalam hal keagamaan dan kegiatan sosial.
“Setiap proposal yang masuk, kami selalu berusaha membantu. Kami telah mendukung berbagai kegiatan masyarakat, seperti bantuan untuk musholla, masjid, hingga perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Kami juga telah menyalurkan bantuan sembako senilai lebih dari Rp40 juta setiap tahunnya untuk masyarakat miskin di enam desa sekitar perkebunan, seperti Desa Karang Baru, Desa Petatal, dan Desa Padang Genting, dan 3 desa lainnya,” jelas Ali.
Baca : Ini Sejumlah Informasi Terkait PT Buana Sawit Indah Petatal
Selain itu, dalam aspek ketenagakerjaan, PT BSI juga turut memberdayakan putra daerah sebagai karyawan di berbagai posisi, mulai dari asisten perkebunan, tukang semprot sawit, tukang babat, hingga buruh harian. Saat ini, jumlah total karyawan di perkebunan PT BSI mencapai lebih dari 100 orang.
Terkait Pajak dan CSR Perusahaan
Terkait pajak, Manager Ali mengakui bahwa sebagian lahan di Desa Padang Genting masih tercatat atas nama individu, meskipun lahan tersebut telah bersertifikat. Namun, ia tidak dapat menjelaskan secara detail mengenai pajak yang disetorkan perusahaan kepada pemerintah daerah.
“Soal pajak perusahaan secara keseluruhan, saya tidak bisa memberikan informasi lebih jauh karena hal tersebut langsung ditangani oleh kantor pusat PT BSI di Medan. Saya khawatir informasi yang saya sampaikan tidak akurat,” kata Ali.
Ketika ditanya mengenai program Corporate Social Responsibility (CSR), Ali memilih untuk tidak membahas lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen dalam membantu masyarakat sekitar, khususnya dalam hal sosial dan kesejahteraan warga desa yang berada di sekitar perkebunan.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Dari klarifikasi ini, PT BSI menegaskan bahwa mereka terus berusaha menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan kontribusi kepada masyarakat. Perusahaan juga terbuka untuk menerima berbagai aspirasi dari warga serta berkomitmen menjaga komunikasi yang baik dengan pihak desa.
“Kami selalu menerima usulan dan aspirasi masyarakat. Jika ada hal-hal yang masih kurang, kami siap berdiskusi untuk mencari solusi terbaik. Kami berharap masyarakat bisa memahami bahwa perusahaan ini juga ingin berkembang bersama lingkungan sekitar,” pungkas Ali.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai operasional dan tanggung jawab sosial PT BSI, serta terus membangun hubungan yang lebih baik antara perusahaan, pemerintah daerah, dan warga setempat. ****Zn