Optimisme Baru Pemekaran Sumatera Pantai Timur Meguat, Komite Siap Paparkan Kajian ke Gubernur

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Wacana pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali menguat. Ketua Komite Pemekaran, Muslim Simbolon, menyatakan keyakinannya bahwa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, akan bersikap rasional dan objektif dalam menilai usulan yang telah diperjuangkan lebih dari satu dekade tersebut.

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Muslim merujuk pada pernyataan Bobby yang menegaskan bahwa setiap wacana pemekaran daerah harus berpijak pada kajian akademis yang kuat, bukan sekadar kepentingan politik jangka pendek.

“Pak Bobby saya yakini akan melihat ini secara jernih. Beliau pasti mempertimbangkan landasan akademis, bukan tekanan politik. Karena itu, dalam waktu dekat kami akan mengajukan audiensi resmi untuk memaparkan seluruh kajian yang telah kami susun sejak lama,” ujar Muslim, Jumat (24/4/2026).

Perjuangan Panjang, Bukan Agenda Sesaat

Muslim menegaskan, gagasan pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur bukanlah isu musiman. Sejak 2013, gerakan ini telah dirintis sebagai upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir timur Sumatera Utara.

Baca Juga :  Pj. Bupati Batubara Gelar Open House Dihadiri Eks Bupati OK Arya Zulkarnain

Enam daerah telah menyatakan dukungan penuh sebagai fondasi provinsi baru, yakni Kabupaten Batu Bara, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, serta Kota Tanjungbalai. Secara administratif, jumlah ini bahkan melampaui syarat minimal pembentukan provinsi.

“Ini bukan gerakan politis. Ini gerakan pembangunan daerah yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.

Kajian Akademis Jadi Kekuatan Utama

Komite pemekaran juga telah menggandeng kalangan akademisi untuk menyusun kajian komprehensif. Hasilnya, usulan pembentukan provinsi baru ini dinilai sangat layak dengan skor di atas ambang batas yang ditentukan.

Kajian tersebut mencakup berbagai indikator penting, mulai dari luas wilayah, jumlah penduduk, potensi sumber daya alam, hingga kapasitas fiskal daerah. Bahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi wilayah ini diperkirakan mencapai 7,2 persen—angka yang melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

Hasil kajian itu pun telah dipresentasikan kepada berbagai pihak, mulai dari kepala daerah, DPRD kabupaten/kota, hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada masanya.

Dukungan Akar Rumput Menguat

Tak hanya di level elite, dukungan juga mengalir deras dari masyarakat. Muslim menyebut, seluruh kepala desa dan perangkat desa di enam daerah telah menyatakan persetujuan resmi, lengkap dengan dokumen administratif sebagai bukti aspirasi kolektif.

Baca Juga :  Dihadapan 35 Dewan, Zahir Janjikan 110 Tenaga Kerja Asal Batubara

Menariknya, gerakan ini berjalan tanpa mobilisasi massa atau demonstrasi. Semua ditempuh melalui jalur formal dan pendekatan akademis.

Terhenti Moratorium, Kini Peluang Terbuka

Perjuangan tersebut sempat terhenti setelah kebijakan moratorium pemekaran daerah diberlakukan pada 2014 oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Komite pun memilih menahan diri dan menghormati kebijakan nasional tersebut.

Namun kini, seiring menguatnya wacana penataan wilayah dan pemerataan pembangunan, peluang itu dinilai kembali terbuka. Terlebih jika selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan kesejahteraan melalui pelayanan publik yang lebih dekat dan optimalisasi potensi daerah.

“Ini bukan cerita baru. Ini adalah perjuangan panjang selama 13 tahun. Tujuan kami sederhana—pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang lebih efektif, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata,” tutup Muslim. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Aktif Makmurkan Mesjid,Kapolres Wahyu Raih DMI Award

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:35 WIB