Zulnas.com, Batubara — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Tirta Tanjung, Zulkarnain Achmad, menyampaikan penjelasan resmi terkait kondisi internal perusahaan daerah tersebut, menyusul sejumlah pertanyaan yang disampaikan publik.
Zulkarnain menjelaskan bahwa dirinya mulai diamanahkan sebagai Plt Direktur Perumda Tirta Tanjung sejak 9 Desember 2025. Dalam masa awal kepemimpinannya, perusahaan dihadapkan pada sejumlah persoalan teknis dan keuangan yang memerlukan penanganan bertahap.
Zulkarnain mengungkapkan, pada akhir September hingga awal Desember 2025, terjadi kerusakan sumur bor di wilayah Tanjung Tiram yang berdampak pada tidak terpenuhinya distribusi air bersih kepada sebagian masyarakat dan pelanggan. Kerusakan tersebut, kata dia, memerlukan biaya perbaikan yang cukup besar.
Terkait kewajiban perusahaan, Zulkarnain menyampaikan bahwa tunggakan BPJS Kesehatan selama dua bulan telah diselesaikan. Sementara untuk BPJS Ketenagakerjaan, pihak manajemen telah melakukan koordinasi guna restrukturisasi pembayaran tunggakan yang ada.
Menurutnya, secara manajerial, Perumda Tirta Tanjung sedang dan terus melakukan perbaikan internal, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pemerintah Kabupaten Batubara untuk mencari solusi yang berkelanjutan.
Selain itu, Perumda Tirta Tanjung saat ini juga tengah menjalani proses audit oleh lembaga auditor di bawah BPK serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Pemkab Batubara. Laporan pertanggungjawaban tersebut direncanakan akan selesai dan disampaikan pada pertengahan Februari 2026.
Mengenai kesejahteraan pegawai, pejabat yang baru menjabat sebulan itu menyatakan bahwa tunggakan gaji akan diupayakan untuk diselesaikan, dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Batubara. Ia juga menyebutkan bahwa gaji pegawai bulan November 2025 telah dibayarkan sebagian.
Terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), ia menjelaskan bahwa THR tahun 2023 telah diselesaikan, sementara THR 2024 baru terealisasi sebesar 25 persen dan THR 2025 sebesar 50 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh tingginya biaya perbaikan kebocoran pipa dan kerusakan pompa yang berdampak pada minimnya pendapatan perusahaan.
Zulkarnain menegaskan bahwa penjelasan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas pertanyaan yang sebelumnya diajukan, serta membuka ruang koordinasi lanjutan dengan berbagai pihak. Ia juga meminta doa dan dukungan agar proses pembenahan Perumda Tirta Tanjung dapat berjalan dengan baik.
“Mohon doanya agar perusahaan yang kami pimpin bisa berjalan dengan baik dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya. (Dan).












