Berniat mencari Ongkos Ke Jakarta, Fahmi Tenggelam Ke laut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 April 2019 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batubara,zulnas.com – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat dirahi, kalimat ini yang dialami Fahmi warga Dusun II Desa Kampung Lalang Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara. Semula berniat Melaut untuk mencari ongkos berangkat merantau ke Jakarta, Fahmi malah bernasib naas hilang tenggelam di laut.

Peristiwa naas tersebut dialami Fahmi pada minggu (31/03/2019) sekitar pukul 18.00 sore.

Kejadian bermula, saat korban yang diketahui masih lajang (belum kawin) ini menumpang melaut sebagai Anak Buah Kapal (ABK) nelayan pukat teri yang dinakhodai Ind, salah seorang pengusaha yang bertangakahan di Kuala Batubara.

Baca Juga : BPBD dan Pol Air Telusuri Perairan Cari Jenazah ABK Nelayan

Setelah dalam perjalanan melaut untuk menangkap ikan, tanpa disadari korban hilang tidak ditemukan dalam kapal motor yang ditumpanginya. Hingga membuat kawatir dan kaget sejumlah awak kapal karena korban yang semula berada diposisi buritan kapal sudah tidak ada.

Baca Juga :  Jatuh Pingsan, Petugas PPK Dilarikan Ke puskesmas Lab. Ruku

“Semula korban berada diberitakan kapal, sewaktu mau makan, alangkah terkejut kami karena tidak ada melihat dia berada di posisinya, dan diduga korban hilang dan jatuh kelaut”, ujar nelayan.

Seketika melihat korban sudah tidak berada di kapal, kalangan nelayan yang dinakhodai Ind berupaya untuk melakukan upaya pencarian disekitar areal tangkapannya, antara pulau salah nama dan pulau pandan.

Setelah beberapa jam melakukan pencarian, korban tak berhasil ditemukan. Selanjutnya, kapal pukat teri itu kembali pulang ketangkahan untuk melaporkan kepada pihak keluarga dan aparat setempat.

Selanjutnya, hingga jum’at (05/04/2019) upaya pencarian yang dilakukan aparat dan pihak nelayan masih belum membuahkan hasil, sedangkan sanak keluarga korban, hingga kini masih mengharap jasad korban dapat ditemukan.

Baca Juga :  Zahir Sebut Pembangunan Gedung BLK Kurangi Pengangguran di Batubara

Saat diknfirmasi, pihak keluarga mengaku masih shok dan dalam suasa duka, namun keluarga berharap pihak pemerintah setempat dan para nelayan dapat terus melakukan pencarian.

Ditempat terpisah, salah seorang nelayan pukat teri Atan menyebutkan bahwa kapal patroli BPBD Batubara sebanyak tiga unit dan perahu karet sampai saat ini jarang ditemukan beroperasi di laut Batubara.

Menurut kabar, kapal patroli yang dianggarkan tiga unit dari sumber APBD Tahun 2017 itu kondisinya rusak berat dan membutuhkan dana perawatan cukup besar untuk memperbaikinya.

“Kemarin pada saat pencarian jasad fahmi dilaut, Pihak BPBD menggunakan kapal Sat Pol Air, padahal setahu kami, dinas BPBD mempunyai tiga unit kapal dan beberapa unit perahu karet sebagai upaya penanggulangan bencana dilaut”, sebutnya. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton
Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB