Banjir Belum Surut, Warga Sergai Kini Didera Kelangkaan BBM: Ekonomi Mulai Lumpuh

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Sergai — Derita masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, semakin lengkap. Setelah hampir sepekan rumah-rumah mereka terendam banjir setinggi 40 cm hingga satu meter dan memaksa ratusan keluarga mengungsi, kini warga kembali diuji dengan kelangkaan BBM jenis Solar dan Pertalite yang sudah berlangsung hampir seminggu.

Kondisi ini membuat masyarakat terpukul dua kali. Aktivitas tersendat, transportasi terhenti, dan roda perekonomian mulai lumpuh. Di sejumlah SPBU di Sergai, antrean kendaraan tak lagi tampak bukan karena lancar, tetapi karena BBM benar-benar tidak tersedia. Bahkan tingkat pengecer pun kehabisan barang.

Tokoh Agama: “Ekonomi Bisa Lumpuh Total”

Tokoh Agama Sergai, Drs. Ustad Ridwan Yahya, menyampaikan keprihatinan mendalam. Menurutnya, kelangkaan BBM ini memiliki dampak serius terhadap kehidupan masyarakat yang saat ini sudah terpuruk akibat banjir.

“Ini bisa melumpuhkan roda perekonomian. Banyak masyarakat tidak bisa bekerja, baik pegawai pemerintah, swasta maupun buruh. Mereka tidak dapat mengantar diri ke tempat kerja karena kendaraan tidak bisa beroperasi,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Ia mendesak pemerintah pusat, provinsi hingga daerah segera turun tangan. “Sudah diuji dengan banjir, sekarang ditambah kelangkaan BBM. Jangan biarkan masyarakat semakin menderita.”

FKI-1 Sergai: Jangan Tambah Derita Warga, Pemerintah Harus Gerak Cepat

Baca Juga :  Sambut Aspirasi Warga, Pemkab Tertibkan Pedagang Ikan di Tanjung Tiram

Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Sergai, M. Nur, menilai kelangkaan BBM merupakan persoalan serius yang harus ditangani tanpa banyak retorika maupun seremonial.

“Masyarakat sedang terpuruk. Banyak harta terendam banjir. Sekarang kendaraan tidak bisa jalan karena tidak ada BBM. Ini masalah serius, tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Ia memperingatkan, jika kelangkaan ini tak segera diatasi, akan ada banyak warga yang tak dapat masuk kerja atau melakukan aktivitas harian.

“Jangan tunggu masyarakat marah atau demonstrasi besar-besaran baru sibuk mengatasi,” kritiknya.

BBM Hilang di Pengecer, Harga Meroket, Stok Tetap Nihil

Kelangkaan BBM memang terasa hingga ke lapisan paling bawah. Yuyun, warga Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, mengaku kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Menurutnya, Pertalite bahkan tak ditemukan di tingkat pengecer.

“Harga biasanya sampai Rp 30.000 per liter. Meski mahal, tetap dibeli karena butuh untuk usaha. Tapi sekarang barangnya tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Ia memohon perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar segera menyelesaikan krisis BBM ini. “Rakyat di sini sudah sangat menderita.”

Keluhan serupa disampaikan Firman, warga Sergai. Ia menyebut kelangkaan juga terjadi di Kecamatan Dolok Masihul, Sei Rampah, Tanjung Beringin hingga Teluk Mengkudu.

Baca Juga :  HNSI Sumut Sebut Wilayah Pesisir Aman Dari Ancaman Corona

“Sepertinya pemerintah kebingungan. Musibah banjir belum usai, datang lagi masalah baru. Masyarakat sudah benar-benar tercekik,” katanya.

Desakan Keras: Presiden Diminta Evalusi dan Ganti Pejabat Terkait

Kekecewaan warga makin memuncak. Firman bahkan menilai pejabat yang tidak mampu mengatasi persoalan ini sebaiknya mundur.

“Kalau tidak mampu, mundur saja. Jangan bebankan negara menggaji pejabat yang tidak becus kerja,” ujarnya tegas.

Ia mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi total terhadap pejabat pusat, provinsi hingga daerah, dan menggantinya dengan sosok yang mampu bergerak cepat, bukan sibuk rapat tanpa solusi.

“Stop banyak bicara, lakukan kerja nyata. Rakyat butuh tindakan cepat, bukan seremonial,” tambahnya.

Masyarakat Menunggu Aksi Konkret Pemerintah

Bencana beruntun yang melanda Sergai membuat warga merasa ditinggalkan. Mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata agar aktivitas masyarakat kembali pulih.

Kelangkaan BBM di tengah musibah banjir bukan hanya masalah teknis distribusi, tetapi ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan kehidupan sosial warga Sergai.

Masyarakat kini menunggu langkah cepat dan tegas dari pemerintah sebelum situasi semakin memburuk dan kemarahan publik tak terbendung. (Zo).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Media Siber Sumut Siap Bergabung ke SMSI, Tunggu Mekanisme Pendaftaran Resmi
Bupati Batubara Lirik Potensi Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam Serentak
Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batubara Temui BBWS Sumatera Utara
Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta
Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026
Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor
Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis
Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:18 WIB

Ratusan Media Siber Sumut Siap Bergabung ke SMSI, Tunggu Mekanisme Pendaftaran Resmi

Kamis, 17 September 2026 - 09:49 WIB

Bupati Batubara Lirik Potensi Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam Serentak

Senin, 14 September 2026 - 13:08 WIB

Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batubara Temui BBWS Sumatera Utara

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta

Selasa, 8 September 2026 - 09:39 WIB

Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Aktif Makmurkan Mesjid,Kapolres Wahyu Raih DMI Award

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:35 WIB