Kurang 2 Poin, Peserta Tes CPNS Menangis dan Harap “Passing Grade” Diturunkan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 November 2018 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurang 2 Poin, Peserta Tes CPNS Menangis dan Harap

Kurang 2 Poin, Peserta Tes CPNS Menangis dan Harap "Passing Grade" Diturunkan

MATARAM, Zulnas.com – Rosyidi, seorang peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangis meraung-raung ketika keluar dari ruang tes di Grand Imperial Ballroom di Mataram, Kamis (8/11/2018).

Pria yang melamar untuk formasi perawat terampil menangis karena nilainya kurang dua poin untuk bisa melampaui passing grade yang ditetapkan.

Dia mengaku sangat sedih dan menyesal karena tidak bisa melampaui passing grade hanya karena nilainya kurang dua poin. Padahal, nilai pada tes lainnya mencapai hampir dua kali lipat.

“Saya hanya kurang dinilai tes karakteristik pribadi dengan nilai 141, sementara passing grade-nya 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80,” katanya.

Baca Juga :  Malaysia Lockdown, Zahir Selamatkan 126 Warga Batubara Yang di PHK

Laki-laki kelahiran tahun 1995 ini pun coba dihibur oleh sejumlah rekannya karena dari ratusan peserta tes CPNS pada sesi pertama hari ini hanya ada beberapa saja yang berhasil lulus.

Terkait hal itu, Rosyidi berharap ada kebijakan pemerintah untuk menurunkan passing gradeseperti tahun lalu yang hanya 128. Dia kesal karena tingkat kesulitan menjadi berbeda dan kemungkinan lulus menjadi sangat kecil.

“Yang lebih konyolnya lagi, jika kekurangan 2 poin jadi patokan. Apalagi di TKP, sebab kepribadian sifatnya subjektif tidak bisa dinilai. Kita memiliki sudat pandang berbeda yang dipengaruhi banyak faktor termasuk budaya,” katanya.

Oleh karena itu, Rosyidi akan merasa adil ketika tingkat kelulusan CPNS nantinya ditetapkan berdasarkan perangkingan.

“Jika dari sisi perangkingan, saya rasa dengan nilai yang saya peroleh sudah cukup untuk lulus CPNS,” katanya.

Baca Juga :  Warga Positif Corona Sudah Bukan Penduduk Batubara

Berbeda dengan Rosyidi, Monalisa Islam yang juga baru keluar dari ruang tes sempat berkaca-kaca karena merasa terharu sekaligus bahagia.

Monalisa berhasil mendapatkan nilai di atas passing grade yang ditetapkan untuk masing-masing jenis tes, masing-masing TWK dan TIU mendapat nilai 90 dan TKP 146.

“Alhamdulillah, saya lulus dan semoga juga lancar untuk tahapan-tahapan berikutnya,” kata honorer 8 tahun di Rumah Sakit Umum Praya Lombok Tengah ini.

Monalisa yang juga mengikuti tes untuk formasi perawat terampil ini memilih ikut tes di Kota Mataram karena Kabupaten Lombok Tengah tidak membuka formasi untuk perawat.

“Pesan saja kepada yang belum tes, rajin-rajin belajar dan berdoa,” ujar perempuan kelahiran Sengkol, 26 Oktober 1989. ****Red

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara
Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup
KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa
SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber
Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar
Pulang dari Kamboja, Ayub Ungkap Kisah Mengerikan: Disiksa, Diancam Ambil Ginjal, Hingga Lari Kehutan
Polres Batubara Klarifikasi: Tidak Menolak Laporan, Orang Tua Korban Sudah Dikoordinasikan ke BP2MI
Pemkab Batubara Koordinasi Intensif Lacak Keberadaan Warga Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:40 WIB

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara

Kamis, 6 November 2025 - 19:12 WIB

Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup

Selasa, 4 November 2025 - 15:29 WIB

KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:21 WIB

SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:01 WIB

Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar

Berita Terbaru

BATUBARA

Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya

Minggu, 4 Jan 2026 - 00:55 WIB