Zulnas.com, Batubara — Ketika sawah mulai retak dan padi terancam tak sempat tumbuh, kegelisahan petani pun perlahan naik ke permukaan. Di tengah kondisi itu, Ketua Masyarakat Pelestari Lingkungan (Mapel) Kabupaten Batubara Ramadhan Zuhri, menyuarakan harapannya kepada Bupati Batubara agar memberi perhatian serius terhadap kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Batubara.
Menurut Ramadhan, persoalan kekeringan sawah yang kini dialami petani di sejumlah wilayah seharusnya menjadi alarm dini bagi pemerintah daerah. Ia menilai, respons yang muncul sejauh ini masih terkesan lamban, sementara waktu tanam terus berjalan tanpa kepastian pasokan air.
“Ini bukan sekadar soal teknis pertanian, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup petani. Jika tugas dan fungsi tidak berjalan optimal, evaluasi kinerja sudah seharusnya dilakukan,” ujar Ramadhan.
Ia kemudian menyebutkan, bila evaluasi tersebut tidak membuahkan perubahan berarti, maka opsi penataan ulang jabatan di Dinas Pertanian perlu dipertimbangkan sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Ramadhan juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Batubara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Kementerian Pertanian tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia mendorong adanya langkah bersama untuk mencari solusi atas kekeringan sawah yang melanda 12 desa di dua kecamatan, yakni Air Putih dan Sei Suka.
Berdasarkan keterangan petugas penyuluh pertanian di lapangan, terdapat puluhan hektare lahan sawah yang tidak memperoleh pasokan air. Kondisi ini dinilai sangat berisiko memicu gagal tanam hingga gagal panen, terutama bagi petani kecil yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari musim tanam.
“Jika sawah tak ditanami atau gagal panen, maka yang terdampak bukan hanya petani, tetapi juga ketahanan pangan daerah,” katanya.
Ramadhan mengingatkan, persoalan ini semestinya dibaca dalam bingkai yang lebih luas, yakni komitmen pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk menguatkan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Kabupaten Batubara, menurutnya, memiliki peran penting dalam upaya tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah setempat segera mengambil langkah nyata, baik penanganan darurat pasokan air maupun perencanaan jangka panjang pengelolaan irigasi, agar petani tidak terus berada dalam ketidakpastian setiap musim tanam tiba.
Di tengah hamparan sawah yang mengering, suara petani kini menunggu satu hal yang paling sederhana yakni kehadiran negara dalam bentuk tindakan, bukan sekadar janji. (Dan).












