Bagan Arya: Di Antara Pasang, Harapan, dan Akar Mangrove yang Bertahan

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Sore itu, saya sempatkan mengunjungi lokasi pantai yang kaya akan mangrove dilokasi Kelurahan Bagan Arya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Disini, hidup seolah berjalan beriringan dengan suara ombak. Lokasi ini berada persis di bibir Pantai Laksamana, sebuah kawasan pesisir yang sepanjang tahun menjadi saksi hantaman gelombang yang terus mengikis pemukiman masyarakat.

Namun di balik kerasnya alam, ada kisah ketangguhan, adaptasi, dan upaya terus-menerus masyarakat mempertahankan ruang hidup mereka.

Bagan Arya merupakan wilayah pemekaran dari Kelurahan Tanjung Tiram, dihuni oleh 364 kepala keluarga yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan.

Dengan luas 823 hektar, wilayah ini bukan hanya berhadapan dengan bahaya abrasi, tetapi juga dinamika ekonomi di mana sebagian besar lahan tambak dikuasai oleh nelayan dari luar daerah. Situasi ini membuat masyarakat pesisir setempat berada di antara dua tekanan, yaitu gelombang laut yang terus mendekat dan ruang ekonomi yang kian menyempit.

Di Bagan Arya, rumah-rumah kayu berdiri di atas tiang pancang, sebagian mulai rapuh, sebagian lainnya terus diperbaiki agar mampu bertahan satu musim lagi. Kayu lapuk, papan berderit, dan jembatan kecil yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya menjadi pemandangan sehari-hari.

Saat air laut surut, dasar lumpur yang dipenuhi sampah terlihat jelas menjadi catatan kelam tentang bagaimana lingkungan pesisir harus menanggung beban ulah manusia sekaligus tekanan dari alam.

Baca Juga :  Setelah Kampung Jepang, Kini Muncul Kampung Tenun di Batubara

Namun masyarakat Bagan Arya tidak menyerah. Mereka tetap hidup, bekerja, dan menjaga tradisi. Anak-anak berlarian di jembatan kayu, para ibu menjemur ikan asin, dan para lelaki bersiap mendayung atau menjalankan boat mesin kecil pada subuh yang masih gelap.

Di sela-sela pemukiman, akar mangrove masih terlihat mencengkeram kuat tanah yang tersisa. Dalam kondisi ideal, mangrove adalah benteng alami dari abrasi. Tetapi di Bagan Arya, mangrove seperti prajurit yang terus bertempur dengan bekal yang menipis. Sampah plastik yang tersangkut di akar-akar itu bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga memperlambat pertumbuhan dan regenerasi lingkungan.

Meski begitu, mangrove tetap memberi perlawanan. Akar-akar yang menjulur seperti tangan yang saling berpegangan menjadi penopang terakhir wilayah pesisir ini dari hantaman ombak.

Mereka menahan tanah agar tidak terus tergerus, sekaligus menjadi tempat berbagai satwa kecil hidup seperti udang, kepiting, dan ikan-ikan kecil yang kelak menjadi rezeki bagi warga.

Ekologi Bagan Arya yang berhadapan dengan Desa Bandar Rahmad tersebut adalah kisah pertahanan alam yang terus bekerja tanpa pamrih, meski perlahan melemah.

Beberapa tahun lalu, ketika Ir. Zahir, M.AP masih menjabat Bupati Batubara, ia sempat menyampaikan gagasan untuk melakukan perubahan nomenklatur Kecamatan Nibung Hangus menjadi nama lain yang dianggap lebih mencerminkan kearifan lokal.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung pentingnya meningkatkan status Kelurahan Bagan Arya menjadi desa. Tujuannya agar akses pembangunan lebih cepat melalui aliran dana desa.

Baca Juga :  Bupati Batubara Dilantik, Gubsu Edy Rahmayadi Minta Jangan Ada Rakyat Sensara

“Nama Kecamatan Nibung Hangus sebaiknya diganti saja, sebab namanya kurang mencerminkan kearifan lokal,” ujarnya saat mencanangkan kampung nelayan menjadi kampung keluarga berkualitas di Desa Bandar Rahmad, Tanjung Tiram, pada 15 Desember 2020.
Ia juga menegaskan bahwa perubahan Bagan Arya menjadi desa diharapkan dapat mempercepat pembangunan yang selama ini tertahan.

Namun hingga kini, harapan itu belum sepenuhnya terwujud hingga menghabisi masa periodesasinya, Bagan Arya tetap menjadi kelurahan yang menanti perhatian lebih besar. Jalan-jalan papan, sanitasi minim, hingga permukiman yang kian terancam abrasi adalah pekerjaan rumah yang terus memanggil pemerintah agar bergerak lebih cepat.

Masyarakat Bagan Arya telah menunjukkan ketangguhan luar biasa. Mereka hidup di ruang yang sempit, di antara ancaman bencana ekologis dan terbatasnya peluang ekonomi. Namun ketangguhan semacam ini tidak seharusnya berjalan sendiri.

Mangrove telah berjuang menahan abrasi. Nelayan telah berjuang melawan gelombang demi membawa pulang hasil. Kini saatnya kebijakan yang berpihak, program pembangunan yang tepat sasaran, dan kesadaran menjaga lingkungan berjalan bersama agar Bagan Arya tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh.

Bagan Arya adalah cermin tentang bagaimana masyarakat pesisir Indonesia terus berhadapan dengan alam dan perubahan, namun tetap memilih bertahan.
Karena bagi mereka, laut bukan hanya tempat mencari nafkah ia adalah rumah, identitas, dan masa depan. ***(Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan
Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria
MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara
Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu
Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya
PB GEMKARA Santuni Keluarga Pejuang Pemekaran, Air Mata Haru Warnai Peringatan HUT ke-19 Batubara
PB Gemkara Desak Presiden Prabowo Ambil Alih Eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus
Tokoh Pemuda Apresiasi Penunjukan Zulkarnain Achmad sebagai Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:41 WIB

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:53 WIB

Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria

Senin, 12 Januari 2026 - 15:53 WIB

MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:24 WIB

Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:55 WIB

Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Labuhanbatu Pimpin Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:06 WIB