Beta Pattirajawane, Ketika Lahir Dibawakan Datu Dayung Sampan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Januari 2021 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Ketika hari Minggu seperti ini, dulu kami anak anak batubara menonton film India di bioskop Budi.

Di hari sabtunya kami sibuk mencari uang seratus dua puluh lima rupiah untuk beli karcis bioskop. Jika tak cukup kami merayu penjaga pintu bioskop agar diijinkan dua karcis tiga orang.

Film India yang diputar membuat kami anak anak geram. Bandit Pram Chobra berbuat jahat kepada mayarakat, berbuat tak senonoh ke hemamalini dan keluarganya serta menghabisi anak muda amitabachan.

Semua anak anak yang menonton terdiam geram. Sedih melihat penderitaan itu. Kami tak berdaya menolongnya.

Tetapi ketika amitabachan yang luluh lantak itu bangkit dan menunggangi kuda putih mengejar Pramchopra bandit busuk itu.

Bioskop tempat kami menonton film itu bagaikan runtuh. Suara bersorak, tepuk tangan dan bangku yang dibentak hentakkan riuh terdengar. Bahkan suara suitan saling bersambung Menyambut sang anak muda yang telah bangkit.

Tak ada hubungan darah apapun dengan hemamalini, tak tersangkut dengan amitabachan, dan tak akan pernah Pramchopra turun dari layar menghukum kami. Tapi kami bersorak riang “kebenaran telah datang”

Baca Juga :  Sejenak Bersama AKP Ferry Kusnadi

Ya, siapapun dia, orang tua, pemuda dan terutama kami anak anak cinta kebenaran benci dengan kezaliman. Mungkin itu kenapa suara gemuruh bagai meruntuhkan bioskop terdengar sampai ke luar gedung.

Hati gembira kami keluar bioskop pergi ke ujung boom melihat orang yang tamasya ke pantai bogak menggunakan sampan tambang. Terlihat pengemudi tambang merayu para wisman, berlari membuka tali tambatan mendekatkan sampan ke arah penumpang yang agak gamang menjejakkan kakinya ke lantai sampan.

Tiba tiba satu rombongan turun dari truk, berpakaian warna warni yang mencolok, Spontan. ya spontan kami berteriak “woi… orang Kobun”. Sambil bersiap siap lari jika ada yang marah.

Suara itu suara ejekan spontan keluar dari mulut kami anak anak pinggir laut.

Begitulah berulang setiap Minggu sampai akhirnya suara itu tak terdengar hilang sama sekali di hari hari ini.

Begitulah suara generasi tua sampai ke yang muda, bahwa upah yang diterima kaum buruh perkebunan itu tidak adil dibandingkan bagi hasil nelayan. Ketidak adilan itulah yang disoraki.

Baca Juga :  6 Lokasi Wisata Terpopuler di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara

Berapa banyakpun karet yang ditoreh upah tetap, sementara bertambah banyak ikan yang didapat perolehan pendapatan akan meningkat. Buruh diperkebunan dibayar upah, sedangkan di laut dibayar sesuai pembagian.

Terlalu panjang cerita ini hanya untuk menjelaskan bahwa hari hari ini para istri nelayan tidak lagi bangga dengan pekerjaan suaminya. Mereka para istri yang telah merasakan hidup bersuamikan nelayan jika bisa memilih mereka lebih menyukai menantu lelakinya buruh perkebunan dibandingkan seorang pemuda nelayan.

“Dulu, di mata kami mereka orang tertindas, tapi saat ini kami lebih jauh terlindas,” ujar Syamsul teman kecil sewaktu ke ujung boom sambil merenung nasib.

Ya ini kenyataan hari ini “di laut kita berjaya” hanya slogan di ujung bibir. “Poros maritim dunia,” Bak nyanyian sorga yang belum terwujud.

Bersabar dan tetaplah percaya pattirajawe ketika lahir dibawakan datu dayung sampan akan segera menyandar di pantai perobahan. ***Et

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rijali dan Gratifikasi
Begini Cara Kades Bogak Fazzary Akbar Membangun Desanya, Dari Nawaitu dan Transparan
Bahas Ranperda, Kaban Bapenda Rijali Optimis PAD Batubara Bertambah 2024
Inilah Sederet Tantangan Bupati Zahir-Oky Memimpin Satu Periode di Batubara
6 Lokasi Wisata Terpopuler di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara
Dihari Ulang Tahun, Zahir Luncurkan Buku Komunikasi dan Kebijakan Publik
“Copot Menteri Desa PDTT, Tapi Tetap Mau Perpanjang Masa Jabatan 9 Tahun” (2)
Mencermati Lebih Dekat Penanganan Stunting di Kabupaten Batubara

Berita Terkait

Selasa, 2 April 2024 - 23:25 WIB

Rijali dan Gratifikasi

Senin, 29 Mei 2023 - 13:36 WIB

Begini Cara Kades Bogak Fazzary Akbar Membangun Desanya, Dari Nawaitu dan Transparan

Senin, 22 Mei 2023 - 23:31 WIB

Bahas Ranperda, Kaban Bapenda Rijali Optimis PAD Batubara Bertambah 2024

Kamis, 27 April 2023 - 07:25 WIB

Inilah Sederet Tantangan Bupati Zahir-Oky Memimpin Satu Periode di Batubara

Minggu, 5 Maret 2023 - 11:36 WIB

6 Lokasi Wisata Terpopuler di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Bupati Tekankan Standar Gizi pada Program MBG di Labuhanbatu

Selasa, 24 Feb 2026 - 12:18 WIB

LABUHANBATU

Bupati Labuhanbatu Tegaskan SPPG Jaga Kualitas MBG

Senin, 23 Feb 2026 - 13:11 WIB

LABUHANBATU

Keutamaan Sholat Tarawih, Cahaya Malam Ramadhan yang Menyentuh Hati

Minggu, 22 Feb 2026 - 23:17 WIB