Zulnas.com, Labuhanbatu – Lapangan Astaka Pancing di Deli Serdang bergema takbir dan lantunan ayat suci Al-Qur’an, Senin malam 15/6/2026. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Di tengah kemeriahan itu, tampak hadir Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM, memberikan dukungan penuh bagi syiar Islam di Sumatera Utara.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafi’i. Hadir pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, jajaran Forkopimda Sumut, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, alim ulama, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
MTQ ke-40 ini menjadi titik temu para qari dan qariah terbaik dari 33 kabupaten/kota se-Sumut. Namun esensinya jauh melampaui ajang perlombaan. MTQ adalah momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menanamkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa, dan mencetak generasi muda berakhlak mulia.
Gubernur Bobby Afif Nasution dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ tingkat provinsi pertama di masa kepemimpinannya ini adalah hasil kerja kolektif. “Ini buah sinergi Pemprov, Pemkab/Pemko, Forkopimda, LPTQ, dan seluruh masyarakat. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ucapnya.
Bobby mengajak seluruh kepala daerah agar menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai napas dalam menjalankan pemerintahan. Pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat adalah wujud nyata dari semangat Al-Qur’an yang harus dibumikan. Ia optimis, dengan kolaborasi yang kuat, Sumatera Utara akan tumbuh menjadi provinsi yang maju, religius, dan penuh keberkahan.
Sebagai bentuk apresiasi, LPTQ Sumut kembali menyiapkan hadiah ibadah umrah bagi sekitar 50 juara terbaik MTQ tahun ini. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat para peserta untuk terus mendalami dan mensyiarkan Al-Qur’an.
Komitmen Labuhanbatu untuk Generasi Qurani
Bagi Bupati Maya Hasmita, MTQ adalah salah satu instrumen penting dalam membangun sumber daya manusia. “MTQ bukan hanya tentang siapa yang paling merdu atau paling banyak hafalannya. Ini tentang bagaimana kita membentuk karakter. Bagaimana nilai Al-Qur’an itu hidup dalam sikap, perkataan, dan perbuatan sehari-hari, terutama bagi generasi muda kita,” tegas Bupati.
Ia menyebut keikutsertaan kafilah Labuhanbatu adalah komitmen daerah dalam pembinaan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui LPTQ terus melakukan pembinaan intensif bagi para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan seluruh cabang musabaqah. Tujuannya jelas: melahirkan duta-duta Al-Qur’an yang tidak hanya berprestasi di arena, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kepada seluruh kafilah Labuhanbatu, Bupati berpesan untuk tampil maksimal dengan menjunjung sportivitas. “Kalian membawa nama baik Labuhanbatu. Berikan yang terbaik. Jadikan MTQ ini sebagai pengalaman spiritual. Apapun hasilnya, kalian tetap kebanggaan kami,” ujarnya.
Turut mendampingi Bupati dalam pembukaan tersebut Asisten I Setdakab Labuhanbatu, Kepala Kantor Kemenag Labuhanbatu, Ketua LPTQ Labuhanbatu, serta jajaran pejabat dan official kafilah.
Membumikan Al-Qur’an di Tanah Sumut
MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumut akan berlangsung sepekan, 15-21 Juni 2026. Berbagai cabang dilombakan, mulai dari Tilawah, Tahfiz 1, 5, 10, 20, hingga 30 Juz, Tafsir, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, sampai Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Harapan besar disematkan pada gelaran ini. Selain menjaring duta Sumut untuk MTQ Nasional, tujuan utamanya adalah agar Al-Qur’an semakin membumi. Nilai-nilainya hidup dalam keluarga, sekolah, kantor pemerintahan, hingga ruang-ruang publik. Dari Astaka Pancing malam itu, semangat untuk mewujudkan Sumatera Utara yang Qurani kembali dikuatkan. Ce Ha












