Ketika Labuhanbatu Bergerak Mewujudkan Mimpi Ribuan Warga

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Labuhanbatu — Di tengah gemerlap lampu atrium Suzuya Mall, suara pengeras dan langkah ribuan pengunjung berpadu menjadi satu ritme optimisme. Spanduk warna-warni membentang tinggi, namun yang paling menonjol bukan dekorasi, melainkan mata penuh harapan warga yang hadir.

Untuk pertama kalinya, Labuhanbatu menghadirkan pameran perumahan eksklusif yang menyatukan masyarakat, pemerintah, dan pengembang dalam satu ruang, sebuah momen belum pernah ditayangkan di media lokal maupun nasional.

Siapa dan Apa: Pemimpin dan Warga Bersatu untuk Rumah

Di panggung utama, Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, membuka acara dengan suara tegas namun hangat. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak sekadar mengikuti Program Nasional Tiga Juta Rumah, tapi menjadi penggerak utama dalam mewujudkan hak dasar warga untuk memiliki rumah sendiri.

“Hak memiliki rumah bukan kemewahan, tapi kebutuhan dan pondasi hidup yang layak,” ujarnya, disambut tepuk tangan hangat pengunjung.

Di arena yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Hamdi Erazona, memaparkan angka yang mencuri perhatian: 1.800 unit rumah baru siap dibangun. Bagi ribuan warga, angka ini bukan statistik semata, tetapi peluang nyata:
keluarga muda yang selama ini berpindah kontrakan,

Baca Juga :  SMK IT Anugrah Tanjung Medan Terima Kunjungan Tim Verifikator UKK

ASN yang ingin tinggal lebih dekat kantor, PPPK yang merindukan stabilitas hidup, pekerja swasta yang ingin menabung masa depan, guru honorer yang selama ini tak yakin bisa punya rumah.

Kapan dan Di Mana: Pameran yang Membuka Jalan

Pameran ini digelar pada 25–27 November 2025 di atrium utama Suzuya Mall Rantauprapat. Selama tiga hari, warga dari berbagai kecamatan datang, tidak hanya untuk melihat rumah, tetapi untuk mengakses informasi langsung tentang KPR, rumah subsidi, dan legalitas properti.

Mengapa: Rumah Sebagai Hak dan Harapan

Sebelumnya, banyak warga takut membicarakan KPR karena istilah-istilah seperti angsuran, tenor, dan bunga terasa rumit. Namun pameran ini menghadirkan cara baru memahami kepemilikan rumah:

Petugas bank menjelaskan simulasi KPR dengan sabar. Developer memaparkan brosur dengan transparan.

Notaris memandu warga memahami SHM, IMB, dan sertifikat lahan.
Yang dulu menakutkan kini terasa mungkin. Yang sebelumnya rumit kini membimbing langkah nyata menuju rumah sendiri.

Bagaimana: Dari Maket ke Kunci Rumah

Di sudut ruangan, cerita pribadi hadir sebagai bukti keberhasilan.
Pak Andi, ASN yang selama ini tinggal bersama mertua, berkata,
“Kalau simulasi KPR cocok, tahun depan saya bisa punya rumah sendiri.”

Baca Juga :  Pelestarian Budaya Wayang Kulit Bulan Suro di Kabupaten Labuhanbatu

Aprilia, guru honorer dari Panai Hilir, mengaku sebelumnya tak berani bermimpi. Setelah melihat rumah subsidi FLPP, ia tersenyum:
“Ternyata bisa ya, tidak sesulit yang saya pikir.”

Pameran ini mempermudah proses kepemilikan rumah: warga melihat brosur → berdiskusimelakukan simulasi KPR menandatangani berkas menerima kunci rumah. Dari mimpi ke kenyataan, semuanya dimulai di sini.

Dampak Lebih Luas: Rumah sebagai Motor Ekonomi

Selain sisi kemanusiaan, pameran ini menggerakkan ekonomi lokal Labuhanbatu: kontraktor lokal kembali bekerja, toko material bangunan hidup,
tenaga kerja konstruksi terserap,
kawasan permukiman baru tumbuh,

UMKM mengikuti geliat ekonomi

Rumah bukan sekadar atap dan tembok, tapi ekosistem ekonomi mikro yang membangun kehidupan.

Penutup: Sejarah Sunyi yang Penuh Makna

Tidak ada sorotan media nasional.
Tidak ada kembang api.
Tidak ada headline bombastis.

Namun di balik kesederhanaan itu, Labuhanbatu sedang menulis sejarah sunyi: ribuan harapan warga perlahan menjadi nyata. Dan kelak, ketika rumah-rumah itu berdiri kokoh, sebuah keluarga akan berkata:

“Di sana awalnya di sebuah pameran sederhana di Rantauprapat, mimpi kami berdiri di atas pondasinya.” (CeHa).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong
Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita Bakal Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026
Wujudkan Labuhanbatu Bersih, DLH dan Unsur Muspika Pasang Spanduk Larangan Buang Sampah di Aek Nabara
Sekda Labuhanbatu Pimpin Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Milad ke-13 Yayasan ARROZAQ, Wabup: Sinergi Mewujudkan Labuhanbatu Cerdas dan Bersinar
Sael, Siswa Tertinggi di SMK Yapim Rantauprapat
Ranperda APBD dan Ranperbup Penjabaran APBD Tahun 2026 Segera Ditetapkan
Tak Semua Minder, Ini alasan Psikologi Orang Tak Memajang Foto Diri Di medsos
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:05 WIB

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong

Minggu, 18 Januari 2026 - 03:20 WIB

Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita Bakal Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:06 WIB

Sekda Labuhanbatu Pimpin Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:05 WIB

Milad ke-13 Yayasan ARROZAQ, Wabup: Sinergi Mewujudkan Labuhanbatu Cerdas dan Bersinar

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:57 WIB

Sael, Siswa Tertinggi di SMK Yapim Rantauprapat

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:05 WIB