Pulang dari Kamboja, Ayub Ungkap Kisah Mengerikan: Disiksa, Diancam Ambil Ginjal, Hingga Lari Kehutan

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, BATUBARA – Setelah sempat dikabarkan hilang di Kamboja dan diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok pekerjaan di luar negeri, Muhammad Ayub Ramadhan akhirnya kembali ke kampung halamannya di Desa Lubuk Ulu, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Kamis (16/10/2025).

Kepulangan Ayub disambut haru oleh keluarga dan warga sekitar. Pria muda itu sempat menjadi perhatian publik setelah keluarganya melapor ke pihak berwajib lantaran kehilangan kontak dengannya selama berbulan-bulan.

Menurut keterangan sang ayah, Sutrisno, Ayub sebelumnya pernah bekerja di Belanda. Namun, setelah kembali ke Indonesia, ia menerima tawaran kerja dengan iming-iming gaji tinggi di Tiongkok.

“Anakku dulu kerja di Belanda. Setelah pulang ke Indonesia, dia dapat kabar ada pekerjaan di China dengan gaji besar. Karena tergiur, dia langsung urus semua dokumen dan berangkat,” ujar Sutrisno kepada wartawan.

Baca Juga :  FIFA Beri Sanksi Administrasi Pembekuan Dana FIFA Forward Untuk Keperluan Operasional PSSI

Namun nasib berkata lain. Setibanya di luar negeri, Ayub justru diturunkan di Kamboja dan dipaksa bekerja di lingkungan yang tidak manusiawi. Ia bahkan disiksa dan diancam organ tubuhnya akan diambil.

“Di sana dia disiksa, dipaksa kerja, bahkan diancam ginjalnya mau diambil. Semua akun media sosial dan nomor handphonenya dihapus, jadi kami tidak bisa hubungi sama sekali,” ungkap Sutrisno dengan mata berkaca-kaca.

Dalam kondisi terdesak, Ayub nekat melarikan diri dan bersembunyi di hutan hingga akhirnya ditemukan oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Melalui proses panjang, ia akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

“Syukurnya anakku bisa kabur dan masuk ke hutan, sampai akhirnya ditemukan oleh KBRI di sana. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan pihak kedutaan yang telah membantu pemulangan anak saya,” tambah Sutrisno.

Baca Juga :  BPIP : Indonesia dalam Perangkap Perang Abad 21

Ia juga berpesan kepada masyarakat, terutama kalangan muda, agar tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja luar negeri tanpa memastikan legalitas perusahaan dan jalur keberangkatannya.

“Saya berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Jangan percaya begitu saja dengan tawaran kerja bergaji tinggi. Pastikan lewat jalur resmi dan cek ke pemerintah dulu,” tegasnya.

Kini, Ayub tengah menjalani pemulihan fisik dan mental di rumahnya. Kisahnya menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat tentang bahaya jaringan perdagangan orang yang terus mengincar korban dengan janji palsu pekerjaan di luar negeri. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara
Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup
KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa
SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber
Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar
Polres Batubara Klarifikasi: Tidak Menolak Laporan, Orang Tua Korban Sudah Dikoordinasikan ke BP2MI
Pemkab Batubara Koordinasi Intensif Lacak Keberadaan Warga Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja
Warga Batubara Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja, Laporan Ditolak, Orang Tua Nangis
Berita ini 213 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:40 WIB

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara

Kamis, 6 November 2025 - 19:12 WIB

Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup

Selasa, 4 November 2025 - 15:29 WIB

KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:21 WIB

SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:01 WIB

Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:05 WIB