Banjir Rob Luluhlantakkan Pesisir Batubara: Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Terendam

- Jurnalis

Jumat, 20 September 2024 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Gelombang pasang air laut kembali menimbulkan kepanikan di wilayah pesisir Kabupaten Batubara. Dua kawasan berbeda, yakni Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Medang Deras, dihantam banjir rob yang menyebabkan ratusan rumah warga, masjid, hingga fasilitas pendidikan terendam, jumat 20 September 2024.

Kejadian ini menegaskan bahwa kawasan pesisir Batubara masih sangat rentan terhadap ancaman banjir rob yang terus berulang.

Tanjung Tiram Lumpuh Total, Warga Mengungsi dan Masjid Terendam

Kamis malam, 19 September 2024, banjir rob melanda Desa Bandar Rahmat dan Kelurahan Bagan Area, Kecamatan Tanjung Tiram. Luapan air laut yang naik secara tiba-tiba menyebabkan genangan besar di permukiman padat. Aktivitas masyarakat lumpuh total. Ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Di Desa Bandar Rahmat, sekitar 200 rumah warga dilaporkan terendam. Bahkan, masjid utama desa turut tergenang, sehingga salat berjamaah dan aktivitas keagamaan lainnya dihentikan untuk sementara. Kepala Desa Bandar Rahmat, Suf Miswan, mengatakan air laut masuk hingga ke dalam ruang ibadah dan memaksa warga untuk membatalkan kegiatan keagamaan.

Sementara itu, di Kelurahan Bagan Area, 120 rumah warga ikut terdampak. Sebuah masjid besar di kelurahan itu juga tak luput dari genangan, memaksa aparat kelurahan menutup tempat ibadah tersebut untuk dilakukan pembersihan. “Kami langsung menutup masjid karena lantainya digenangi air asin, dan kami fokus membersihkan agar bisa segera dipakai kembali,” ujar Lurah Bagan Area, Hanafi.

Baca Juga :  Ribuan Ekor Ikan Mati Mendadak di Sungai Padang Batubara, Ada Apa?

Dampak banjir tak hanya dirasakan dalam kehidupan beragama dan sosial, namun juga sektor pendidikan. Di Desa Bandar Rahmat, sekolah-sekolah terpaksa menghentikan proses belajar mengajar karena ruang kelas dan halaman tergenang air laut. Aktivitas ekonomi masyarakat pun terhenti total akibat genangan yang memutus akses jalan utama.

TRC BPBD Batubara yang hadir sejak malam kejadian menyebut banjir rob kali ini termasuk yang paling parah sepanjang tahun 2024. Petugas kini tengah memetakan titik-titik terdampak dan fokus membantu evakuasi warga. Pemerintah desa dan masyarakat pun berharap ada tanggapan cepat dari Pemkab Batubara, mulai dari bantuan logistik, tempat pengungsian sementara, hingga pembangunan tanggul darurat untuk menahan gelombang pasang.

Banjir Rob Luluhlantakkan Pesisir Batubara: Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Terendam

Desa Medang Kec. Medang Deras Juga Terendam, 170 Rumah Terdampak

Di hari yang sama, banjir rob juga menghantam Desa Medang, Kecamatan Medang Deras. Air laut yang meluap masuk ke permukiman warga dan menyebabkan genangan luas yang bertahan hingga beberapa jam. Menurut data sementara, sebanyak 170 rumah warga tersebar di lima dusun terdampak cukup parah.

Baca Juga :  Tabligh Akbar Bersama UAS, Bupati Batubara Doakan Keselamatan Prajurit Yonif 126/KC di Papua

Lima dusun tersebut adalah:

Dusun Tangkahan: 35 rumah

Dusun Teluk Baru: 25 rumah

Dusun Bunga Tanjung: 20 rumah

Dusun Kuala Sipare: 50 rumah

Dusun Pematang Eru: 40 rumah

Kepala Desa Medang, Luqman, menyatakan bahwa masjid utama desa juga terendam, dan seluruh aktivitas ibadah dihentikan sementara. Warga pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau bangunan lain yang lebih aman.

“Jalan-jalan lingkungan tak bisa dilalui. Aktivitas warga benar-benar terganggu. Kami sekarang sedang membersihkan lingkungan dan masjid setelah air mulai surut,” ujar Luqman.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah untuk segera mengirimkan bantuan logistik dan solusi permanen dalam bentuk pembangunan tanggul atau peninggian wilayah pesisir.

Batubara Rawan Banjir, Warga Diminta Waspada

Banjir rob yang terjadi secara bersamaan di dua kecamatan berbeda ini menjadi peringatan serius bahwa pesisir Kabupaten Batubara berada dalam kondisi rawan. Tanpa upaya mitigasi yang konkret dan terstruktur, kejadian serupa bukan tidak mungkin akan kembali terjadi dalam waktu dekat.

Warga berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat tidak lagi menunggu musibah berikutnya. Pembangunan tanggul, sistem drainase pesisir, serta perencanaan tata ruang yang tangguh iklim harus segera diwujudkan demi melindungi masyarakat pesisir yang hidup di garis depan bencana.

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot
Menembus Ombak, STM Desa Padang Genting Meriahkan HUT RI ke-81 di Pulau Pandang
Semangat Kemerdekaan Membara di Desa Padang Genting, Warga Meriahkan HUT RI ke-81
Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar
Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Menembus Ombak, STM Desa Padang Genting Meriahkan HUT RI ke-81 di Pulau Pandang

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Polsek Kualuh Hulu Ungkap Kasus Sabu,Satu Tersangka Diamankan

Selasa, 8 Sep 2026 - 11:29 WIB