Zulnas.com, Batubara — Keberadaan perpustakaan perlu mendapat dukungan untuk pembangunan program literasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Literasi bukan hanya sekedar calistung, tetapi juga kecakapan holistik.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Batubara Elpandi Selian menyebut Berapapun dana yang dikucurkan untuk membangun infrastruktur pasti akan habis, tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi ilmu pengetahuan. Negara akan maju dengan literasi. Maka dari itu, dibutuhkan kerja keras dan komitmen tinggi dari seluruh stakeholder untuk memotivasi masyarakat agar gemar membaca.
Adanya Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan ini diharapkan keberadaan perpustakaan benar-benar menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan wahana rekreasi ilmiah.
Selain itu, kata Elpandi, juga menjadi pedoman bagi pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan di daerah sehingga perpustakaan menjadi bagian hidup keseharian masyarakat di Kabupaten Batubara.

Lantas Bagaimana Pengembangannya? Yuk Intip Program Perpustakaan Daerah Kabupaten Batubara.
Selama ini, Elpandi mengatakan pengembangan Perpustakaan Daerah dengan menggandeng Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan kelompok- kelompok belajar yang tidak hanya dari sisi formal tetapi juga non formal.
“Kedepan, kita minta persetujuan dengan kepala daerah untuk membuat program perpustakaan terapung sehingga para nelayan-nelayan dapat membaca secara langsung, karena era digitalisasi ini tidak bisa menjangkau terhadap nelayan sehingga kita butuhkan media konvensional untuk menjangkau bagian akar rumput seperti nelayan,” kata Elpandi Selian kepada zulnas.com diruang kerjanya, Kamis (12/5/2022).
Kata dia, pengembangan perpustakaan ini tidak terlepas dari pimpinan kepala daerah, stacholdier seperti camat dan kepala desa, untuk dapat mendukung dengan regulasi dan peraturan bupati, sehingga semua pihak mulai dari tingkat desa sampai kabupaten bisa mendukung sepenuhnya program pencerdasan masyarakat Batubara sebagaimana dengan Visi Misi Bupati Batubara Ir Zahir.
Lantas Secara Tehnis, Bagaimana Cara Kerjanya?
Dinas perpustakaan daerah Batubara mempunyai dua bidang, yang pertama bidang perpustakaan dan kedua bidang arsip. Menangani Bidang perpustakaan membawahi dua sup yaitu pembinaan dan pelayanan.
Kita juga punya dua mobil, yaitu mobil pelayanan dan mobil pintar, dua sarana itu kita gelar keliling sesuai dengan jadwal yang sudah kita siapkan untuk metode jeput bola dalam memberikan pelayanan membaca keliling di desa-desa.
Jadi, setiap minggunya itu berjalan tiga kali, kemudian ada juga mobil pintar akan kita hadirkan ke sekolah- sekolah formal, taman bacaan masyarakat (TBM) dan gerakan masyarakat minat baca (GPMB) yang diketahui langsung oleh bunda Literasi ibu Ny Maya Indriasari Zahir.

Gerakan membaca ini juga didukung oleh beberapa organisasi seperti pemuda al-Wasliyah Kedai Sianam, dan sejumlah organisasi pemuda lainnya.
Saat ini, Ada Berapa Jumlah Buku Kita?
Jumlah buku kita saat ini berkisar 3200 judul, selain buku-buku yang sudah dipersiapkan di gedung perpustakaan, juga ada buku-buku yang berbasis digital seperti e-pusda, media sosial Facebook dan kita juga punya website sendiri.
Kedepan Apa Target Kita?
Pertama kali, program perpustakaan ini juga akan digelar di beberapa titik lokasi yang strategis, di halte- halte jalan, juga kedepan akan menggelar perpustakaan apung, dan dilokasi keramaian dan tempat- tempat persinggahan.
Sehingga, kedepan pemerintah sudah menyiapkan dimana kita bisa menggalakkan membaca, sebagaimana dengan istilah bahwa membaca adalah jendela dunia.
Bagaimana Dengan Kendalanya Saat Ini?
Soal kendala, barangkali kita masih terbatas dengan personility dan anggaran, termasuk juga kita membutuhkan tenaga fungsional guna meningkatkan pelayanan publik. ****Zn












