Ahli Waris Minta Pemerintah Pusat Kembalikan Tanah Ulayat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Januari 2021 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Ahli waris kerajaan di Sumatera Timur (Sumatera Utara sekarang) menuntut pengembalian tanah ulayat milik kerajaan kerajaan Sumatera Timur yang diambil pemerintah pusat.

Datuk Muhammad Azmin Syah, 78 salah seorang ahli waris kedatukan Lima Laras Kabupaten Batubara Sumut mengatakan tanah ulayat milik kedatukan Lima Laras sejak dipinjam perusahaan Belanda sekitar tahun 1900 sampai saat ini belum dikembalikan ke ahli waris.

“Jumlahnya ada ribuan hektar tanah kerajaan Lima Laras dipinjam oleh perusahaan Belanda di kawasan Sei Balai untuk membuka perkebunan karet,” kata Datuk Muhammad Azmin Syah kepada zulnas.com, di Kecamatan Tanjung Tiram, Jumat, (15/1/2021)

Melalui hak Erfpacht (hak alas tanah) pada zaman Belanda (HGU sekarang), Belanda meminjam tanah- tanah tersebut selama 75 tahun. Namun setelah Indonesia merdeka, tanah tersebut kemudian diambil alih oleh pemerintah pusat (nasionalisasi) hingga saat ini, tanah itu masih dikuasai oleh pemerintah. Katanya.

Baca Juga :  PAW Golkar, Rizky Aryetta Dilantik Ketua DPRD Batubara M Syafi'i

Datuk menceritakan, penyerahan tanah- tanah kerajaan tersebut diserahkan di padang (Sumatra Barat). Setelah mendapat persetujuan dari Datuk Lima Laras. Alas hak itu berlaku selama 75 tahun.

Datuk Muhammad Azmin Syah

Namun setelah peristiwa pembunuhan raja- raja, keluarga dan kerabat yang terkenal dengan peristiwa “Revolusi Sumatera Timur” tanah ulayat itu kemudian berpindah tangan. Perpindahan itu tak pernah melibatkan ahli waris kedatukan Lima Laras.

Sementara itu, peristiwa pembantaian raja dan kaum kerabat di awali 3 Maret 1946 terbunuhnya T. Zainal Abidin keluarga dekat sultan bedagai. Pembantaian itu dilakukan di pajak gadai Rampah oleh sekelompok orang tak dikenal.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Kartu Prakerja Tahap Pertama

Peristiwa itu kemudian menjalar dan menghabisi kaum kerabat raja raja Sumatera Timur dari Langkat sampai Panai Kabupaten Labuhan Batu Selatan.

Bahkan pahlawan nasional Tengku Amir Hamzah terbunuh dalam peristiwa itu. sementara satu bulan sebelum peristiwa itu para raja Sumatera Timur dihadapan wakil pemerintah pusat yang diadakan di kota Medan menyatakan ikrar bersatu dengan republik Indonesia.

“Atas riwayat itu, Datuk Muhammad Azmin Syah berharap pemerintah pusat dapat mengembalikan tanah ulayat milik kerajaan kerajaan Sumatera Timur agar tidak menjadi beban sejarah selamanya,” Harapnya. ***Et

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor
Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis
Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”
Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum
Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?
Baharuddin Siagian Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Isu Politik Identitas di Pilkada Batubara 2024
Kejar 12 Jam, Polisi Gagalkan “Serangan” Narkoba Rp57 Miliar dari Malaysia di Tol Lubuk Pakam
Diduga Terkait Proyek E-Katalog, Isu OTT di Kominfo Tebingtinggi Mencuat Kadis Bantah Keras

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:53 WIB

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:06 WIB

Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?

Berita Terbaru