KBRI Pastikan 4 WNI Tewas Di Malaysia Memperoleh Haknya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 April 2019 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Jakarat – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Kuala Lumpur Malaysia menyatakan akan turut mengawal kasus kecelakaan bus di dekat Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang menewaskan empat WNI.

KBRI juga mengaku telah mengambil sejumlah langkah penting berkoordinasi dengan perusahaan dan otoritas setempat guna memastikan semua korban memperoleh hak-hak mereka serta jenazah bisa dipulangkan segera ke Tanah Air, Indonesia.

Semua WNI yang meninggal dalam kecelakaan pada Minggu (7/4/2019) malam itu merupakan perempuan. Mereka bekerja di perusahaan kargo MASKargo untuk shift pagi.

Baca Juga :  Gubsu Edy Marahi Kadis UMKM 'Goblok', Anggota Komisi II DPR Sebut Itu Tak Elok!

Baca Juga : Kecelakaan Bus Karyawan di Malaysia, 4 WNI Tewas

Selain empat korban meninggal, ada juga 10 WNI lainnya yang mengalami luka. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit di Serdang, Putrajaya, dan Kajang.

Kecelakaan yang terjadi menjelang tengah malam itu merenggut total 12 korban jiwa. Para korban berasal dari Bangladesh yakni lima orang, Nepal dua orang, Indonesia, empat orang, dan Malaysia satu orang.

Baca Juga :  Hindari Pungli, Pemerintah Pungsikan Jembatan Timbang Sebagai Pengawas Jalan

Ada 43 penumpang di bus naas itu yang kesemuanya merupakan pekerja kontrak di MASKargo. Mereka dalam perjalanan dari mes karyawan di Putra Nilai, Negri Sembilan, menuju tempat kerja.

Bus tiba-tiba melaju tak terkendali lalu masuk ke saluran air dan menabrak tanggul beton. Sebanyak 10 orang, termasuk pengemudi asal Malaysia, Suresh (43), tewas di lokasi dan dua lainnya juga saat berada di rumah sakit. ****CNN/Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara
Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup
KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa
SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber
Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar
Pulang dari Kamboja, Ayub Ungkap Kisah Mengerikan: Disiksa, Diancam Ambil Ginjal, Hingga Lari Kehutan
Polres Batubara Klarifikasi: Tidak Menolak Laporan, Orang Tua Korban Sudah Dikoordinasikan ke BP2MI
Pemkab Batubara Koordinasi Intensif Lacak Keberadaan Warga Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 November 2025 - 19:12 WIB

Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup

Selasa, 4 November 2025 - 15:29 WIB

KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:21 WIB

SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:01 WIB

Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar

Kamis, 16 Oktober 2025 - 22:58 WIB

Pulang dari Kamboja, Ayub Ungkap Kisah Mengerikan: Disiksa, Diancam Ambil Ginjal, Hingga Lari Kehutan

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Labuhanbatu Pimpin Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:06 WIB

LABUHANBATU

Sael, Siswa Tertinggi di SMK Yapim Rantauprapat

Selasa, 13 Jan 2026 - 11:57 WIB