DPR RI : Pembebasan Lahan di Batubara Jangan Rugikan Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2020 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Urusan pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak dan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara terkesan sangat pelik. Bahkan timbul gejolak di masyarakat terkait masalah ganti rugi lahan.

Hal tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi VII DPR – RI, Gus Irawan Pasaribu. Melalui pesan WhatsApp yang diterima zulnas.com, Selasa (11/2/2020) sore, Gus mengingatkan Pemkab Batubara agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat.

Menurut Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, urusan pembebasan lahan masyarakat harus dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan.

“Juga harus dilakukan secara berkeadilan. Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan dalam pembebasan lahan tersebut”, kata pria kelahiran Padang Sidempuan, 31 Juli 1964 itu.

Baca Juga :  Mendagri Tunjuk Nizhamul Sebagai Pj Bupati Batubara
Wakil Ketua Komisi VII DPR – RI, Gus Irawan Pasaribu.

Mantan Direktur Bank Sumut itu mengatakan, pada dasarnya pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung dan rencana pembangunan kilang minyak adalah sesuatu yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Batubara.

Sebab, lanjutnya, secara umum setiap investasi dipastikan akan membuka lapangan kerja. Dengan demikian hal itu akan menjadi stimulus (rangsangan) bagi pertumbuhan ekonomi. “Namun untuk urusan pembebasan lahan, jangan sampai merugikan masyarakat”, Tegas Anggota DPRRI dari Dapil Sumut itu.

Sebagaimana diketahui, persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak dan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung telah menimbulkan ketegangan antara masyarakat pemilik lahan dengan Pemkab Batubara dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Baca Juga :  Tujuh Potret Pasangan Bule Viral Bayu Kumbara dan Jennifer Brocklehurst

Ketegangan tersebut akhirnya menimbulkan gejolak yang berujung pada kerusuhan. Setidaknya kerusuhan itu telah terjadi pada Senin (10/2/2020), di Kantor Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara.

Dalam peristiwa itu seratusan massa menyerbu dan mengobrak abrik Kantor Desa Kuala Indah. Tindakan itu dilakukan massa lantaran mereka kecewa dengan acara sosialisasi pembebasan lahan tahap II yang digelar Pemkab Batubara bersama Pelindo.

Akibat kejadian itu petugas keamanan kerepotan mengamankan sejumlah pejabat Pemkab dan Pelindo yang hadir dalam pertemuan itu. Mereka dievakuasi agar terhindar dari amukan massa. ***muis

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara
Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup
KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa
SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber
Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar
Pulang dari Kamboja, Ayub Ungkap Kisah Mengerikan: Disiksa, Diancam Ambil Ginjal, Hingga Lari Kehutan
Polres Batubara Klarifikasi: Tidak Menolak Laporan, Orang Tua Korban Sudah Dikoordinasikan ke BP2MI
Pemkab Batubara Koordinasi Intensif Lacak Keberadaan Warga Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:40 WIB

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara

Kamis, 6 November 2025 - 19:12 WIB

Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup

Selasa, 4 November 2025 - 15:29 WIB

KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:21 WIB

SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:01 WIB

Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sael, Siswa Tertinggi di SMK Yapim Rantauprapat

Selasa, 13 Jan 2026 - 11:57 WIB