Zulnas.com, Batubara — Sebanyak 221 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia kembali dipulangkan ke Indonesia melalui pelabuhan Teluk Nibung Kota Madya Tanjung Balai, Rabu (10/2/2021) malam. Dari 221 orang yang dipulangkan, 2 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikabarkan sedang menderita sakit.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Batubara Rinaldo menjelaskan pemulangan para PMI itu dikarenakan pemerintah Diraja Malaysia masih menetapkan status Lockdown. Akibatnya para pekerja Indonesia tidak dapat bekerja disana sehingga mereka dipulangkan ke daerah asalnya.
“Jumlah pastinya saya belum dapat, namun untuk sementara jumlah mereka berdasarkan dokumen pemulangan berkisar 221 TKI. 2 diantaranya sedang menderita sakit stroke dan kangker payu dara,” Kata Kadis Tenaga Kerja Batubara Rinaldo kepada Zulnas.com, melalui Via Telpon, Rabu (10/2/2021) malam sekira pukul 21.30. Wib.
Selanjutnya, Rinaldo menjelaskan para pekerja Indonesia yang dipulangkan itu mayoritas berasal dari Sumatera Utara, sedangkan delapan orang berasal dari Sumatera Selatan.
“Dari 221 orang PMI itu, delapan orang berasal dari luar Batubara, diantaranya dua orang yang dalam kondisi sakit dari Sumatera Selatan, sebagian lagi mereka dari Deli Serdang atau Serdang Bedagai.
Lebih lanjut Rinaldo menjelaskan, proses pemulangan Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) menggunakan protokol kesehatan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokoler Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Virus Coronq Covid-19.
Selama proses pemulangan, mereka tetap melakukan rangkaian proses pemeriksaan mulai dari pelabuhan Port Klang sampai dengan di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai hingga ke RSUD Batubara.
“Sesuai dengan SE Satgas Covid-19, mereka akan menjalani rangkaian proses pemeriksaan mulai dari rapid test di Pelabuhan hingga pemeriksaan lanjutan di RSUD Batubara,” ujar Rinaldo seraya menyebutkan selama lima hari mereka tidak diperbolehkan pulang kerumah.
Rinaldo menjelaskan proses pemulangan para imigran dilakukan setengah mandiri. Pemerintah daerah, katanya, hanya menanggung transportasi pengangkutan dari Pelabuhan Teluk Nibung hingga ke RSUD Batubara.
Sedangkan dalam proses penyambutan pemerintah daerah Batubara melaui dinas terkait melakukan gotong royong penanganan, diantaranya Dinas Tenaga Batubara memeriksa bagian dokumen, Dinas Perhubungan Menangani transportasi angkutan, Dinas Sosial menangani makanan sedangkan Dinas Kesehatan menangani tentang kesehatan mereka.
“Jadi para OPD Batubara sinergi, semua ambil bagian dalam proses penanganannya,” tegas Rinaldo.
Selanjutnya, Rinaldo mengaku pihaknya saat ini masih berada di Pelabuhan Teluk Nibung menunggu kapal Tersebut menyandar di Pelabuhan.
“Sesuai jadwal mereka berangkat dari Malaysia jam enam sore, sampai di Teluk Nibung kemungkinan akan sampai jam 11 malam. Karena jam Indonesia lebih cepat satu jam dari Malaysia”, ujarnya sembari berharap mereka dalam keadaan sehat-sehat semua. ****Zn