Syahnan Afriansyah Bela Baharuddin Siagian: Aksi Demo GERBRAK Dinilai Sarat Muatan Politik

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara, — Aksi demonstrasi yang digelar Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) di Jakarta mendapat sorotan tajam dari tokoh sosial-politik, Syahnan Afriansyah, SH. Demonstrasi yang membawa isu hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan menyeret nama mantan Kadispora Sumut yang kini menjabat Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, dinilai Syahnan sebagai upaya pembunuhan karakter yang prematur dan berbau politis.

“Aksi Ini Tidak Relevan, Tuduhan Korupsi Terlalu Dipaksakan”, dan itukan hasil audit BPK bukan hasil investihasi lembaga Gerbrak,” katanya kepada zulnas.com, melalui via telpon, Jum’at 1 Agustus 2025.

Dalam keterangan resminya, Syahnan menyatakan bahwa dirinya menghormati hak berekspresi publik, namun menolak narasi korupsi yang dialamatkan kepada Baharuddin Siagian.

“Saya sebagai mantan aktivis sosial, politik, dan hukum menilai bahwa aksi ini sangat tidak relevan kalau tudingannya adalah korupsi. Ini hasil temuan BPK, kenapa dipelintir seolah-olah pidana korupsi? Apalagi kelebihan pembayaran itu menurutnya sudah dikembalikan ke kas negara,” tegasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Kecewa, Proyek Tanggul Pemecah Ombak Terbengkalai

Ia menilai bahwa aksi tersebut tidak lebih dari penggiringan opini yang tidak sehat, dan menjauhkan publik dari substansi persoalan yang sebenarnya telah diselesaikan secara administratif.

Aroma Politik Tercium, Oknum “S” Diduga Bermain di Balik Aksi

Menariknya, Syahnan juga menyinggung dugaan adanya kepentingan politik di balik demonstrasi tersebut. Ia mengungkapkan adanya indikasi penunggangan aksi oleh sosok berinisial “S”, yang dikenal aktif di lingkaran organisasi gerakan sosial.

“Kalau benar ada penunggangan seperti ini, ini preseden buruk bagi dunia aktivisme. Aksi idealis jadi tercemar oleh kepentingan politik praktis. Dan masyarakat Batubara tidak butuh sosok seperti ‘S’ yang lebih banyak bikin gaduh daripada solusi,” sindirnya tajam.

Kemudian, Syahnan menyarankan kepada Bang “S” untuk fokus pada kegitan-kegiatan sosial dan dirinya sangat menghormati pribadi S karena sangat mulia, jangan sebaliknya.

Fokus Bangun Daerah, Baharuddin Justru Tuai Apresiasi

Di tengah sorotan tersebut, Syahnan mengajak masyarakat untuk menilai Baharuddin secara objektif berdasarkan kinerjanya saat ini di Kabupaten Batubara.

Baca Juga :  Pelita Indonesia : Kabupaten/Kota Butuh Perda Lampu Jalan

“Program-program Pak Baharuddin mulai menunjukkan dampak positif. Beliau sedang bekerja keras membangun Batubara. Jadi sangat disayangkan kalau ada pihak yang mencoba menjegal lewat isu usang dan tuduhan yang tidak berdasar,” ujarnya.

Audit BPK Sudah Diselesaikan, Tak Perlu Digoreng Lagi

Menanggapi polemik hasil audit BPK, Syahnan menekankan bahwa seluruh rekomendasi yang diberikan telah ditindaklanjuti.

“Pengembalian dana oleh kontraktor menunjukkan itikad baik dan kepatuhan terhadap temuan BPK. Artinya prosesnya telah selesai secara administratif. Lantas, apalagi yang diributkan? Mari fokus membangun Sumatera Utara,” tandasnya.

“Bupati Baharuddin Tetap Fokus Melayani Rakyat”

Di akhir pernyataannya, Syahnan menegaskan bahwa Baharuddin Siagian tetap berkomitmen penuh untuk melayani rakyat Batubara.

“Semangat beliau dalam bekerja tidak terganggu isu-isu seperti ini. Justru makin kuat. Masyarakat harus mendukung, bukan malah ikut terprovokasi oleh narasi yang membelok,” pungkasnya. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB