zulnas.com, Batubara — Dinas Lingkungan Hidup (Linghup) Kabupaten Batubara memusnahkan tiga unit bak ambrol yang terletak di Desa Bagan Dalam Kecamatan Tanjung Tiram, pada rabu (1/7/2020) dini hari.
Pemusnahan bak ambrol yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat sebagai tempat pembuangan sampah itu dilakukan dengan menggunakan berkas berita acara dan disaksikan langsung oleh pihak muspika Kecamatan setempat.
“Tadi sudah kita bersihkan bak ambrolnya, kemudian langsung kita musnahkan dengan mencacah dan fisiknya disimpan dilokasi kantor Camat Tanjung Tiram,” Kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Batubara Azhar kepada zulnas.com, melalui via telepon, Rabu (1/7/2020) siang.
Lebih lanjut Azhar menjelaskan, keberadaan bak ambrol itu sebenarnya bukan bagian aset dari pemerintah Batubara. Bantuan fisik tempat sampah itu setelah dicek tidak tercatat sebagai aset baik di pemerintahan desa, Kecamatan maupun di Dinas Lingkungan Hidup.
“Supaya jangan salah, kita juga sudah bersurat ke Sekda Batubara dan berkordinasi pada Kabag Aset Pemkab Batubara. Sebagai bukti pemusnahan bantuan dari pemerintah pusat itu, maka dibuatkan berita acaranya,” Tegas Azhar.
Setelah pemusnahan bak ambrol itu, selanjutnya diharapkan kepada masyarakat setempat dapat membuang sampah ditempat yang sudah disediakan oleh pemerintah. Dengan harapan sampah tidak lagi menumpuk sehingga mengandung bau busuk.
“Bak ambrol itu ada tiga titik di Desa Bagan Dalam, pertama didepan mesjid Annur, kemudian didepan gedung sekolah dasar dan ketiga dekat bangunan pajak yang tak berfungsi, jadi masyarakat sekarang sudah bisa membuang sampah di bangunan bak sampah yang lokasinya persis disebelah bak ambrol yang semula,” Tandasnya.
Terpisah, Kepala Desa Bagan Dalam Kecamatan Tanjung Tiram Zulkifli menyebutkan bak ambrol itu semula adalah bantuan dari kementerian pusat semasa kepala desa Amiruddin.
Setelah rusak dan berkarat, pada kondisi itu menyulitkan bagi petugas sampah untuk membersihkan sampah yang menumpuk didalam baknya.
“Bak ambrol itu dulu bantuan dari kementerian pusat kalau tak salah tahun 2008 semasa kepala desa Amiruddin. Setelah rusak, kondisinya tidak bisa digunakan lagi, sehingga Dinas lingkungan hidup memusnahkannya,” Kata Kades. ***Zn