Zulnas.com, Medan — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara, dinamika internal partai kian menghangat. Peta kekuatan mulai mengerucut pada dua nama besar yang sama-sama memiliki rekam jejak kuat dan basis dukungan yang jelas: Andar Amin Harahap dan Hendri Yanto Sitorus.
Keduanya bukan figur baru di Golkar, melainkan kader dengan lintasan karier panjang yang kini siap beradu strategi dalam kontestasi politik internal paling menentukan di tingkat provinsi.
Andar Amin Harahap: Mesin Struktur dan Kekuatan Konsolidasi
Nama Andar Amin Harahap saat ini berada di posisi terdepan dalam bursa Ketua DPD Golkar Sumut. Dukungan mayoritas DPD kabupaten/kota yang disebut telah mencapai sekitar 30 daerah menjadi indikator kuat solidnya konsolidasi struktur di belakangnya.
Posisi Andar sebagai Anggota DPR RI Komisi II periode 2024–2029 memberi nilai tambah strategis, terutama dalam memperkuat hubungan Golkar Sumut dengan pusat kekuasaan nasional.
Pengalaman Andar sebagai Wali Kota Padangsidimpuan dan Bupati Padang Lawas Utara membentuk citra kepemimpinan yang birokratis, sistematis, dan berorientasi pada tata kelola.
Di internal partai, jabatan Ketua DPD II Golkar Padang Lawas Utara menegaskan kemampuannya merawat struktur hingga tingkat bawah.
Andar tampil sebagai representasi kekuatan organisasi, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada disiplin struktur dan loyalitas kader.
Hendri Yanto Sitorus: Figur Elektoral dan Energi Generasi Muda
Di sisi lain, Hendri Yanto Sitorus hadir sebagai penantang serius dengan kekuatan berbeda. Mantan Bupati Labuhanbatu Utara dua periode, Hendri memiliki modal elektoral yang teruji serta jaringan politik yang luas di kawasan Pantai Timur dan daerah pemilihannya.
Latar belakang akademik hingga gelar doktor menempatkannya sebagai figur politisi muda dengan pendekatan rasional dan berbasis gagasan.
Karier Hendri yang dimulai dari anggota DPRD Labuhanbatu Utara menunjukkan proses kaderisasi yang relatif utuh. Di luar struktur formal, keterlibatannya dalam organisasi sosial dan kepemudaan membuatnya memiliki kedekatan emosional dengan basis akar rumput.
Hendri sering dipersepsikan sebagai simbol regenerasi Golkar Sumut lebih cair dalam komunikasi politik, adaptif terhadap perubahan, dan kuat di ranah elektoral.
Dua Gaya, Satu Tujuan
Pertarungan Andar dan Hendri bukan sekadar soal siapa yang lebih kuat, tetapi juga mencerminkan dua pendekatan kepemimpinan di tubuh Golkar Sumatera Utara.
Andar mewakili kekuatan struktur, konsolidasi organisasi, dan akses ke pusat. Sementara Hendri membawa narasi pembaruan, figur muda, dan pengalaman memenangkan kepercayaan publik melalui kontestasi langsung.
Musda XI Golkar Sumut dengan demikian bukan hanya arena pemilihan ketua, melainkan ajang penentuan arah politik partai ke depan: apakah Golkar Sumut akan dikemudikan oleh figur dengan pendekatan struktural-birokratis yang kuat, atau oleh sosok elektoral yang menonjol dengan energi regenerasi.
Siap Berlaga Politik
Dengan modal politik, jaringan, dan pengalaman yang sama-sama solid, Andar Amin Harahap dan Hendri Yanto Sitorus dipastikan siap berlaga secara terbuka dan strategis.
Dinamika menjelang Musda XI akan sangat ditentukan oleh kemampuan masing-masing kandidat menjaga soliditas dukungan, membaca arah pusat, serta merumuskan visi yang mampu menyatukan seluruh kekuatan Golkar Sumatera Utara.
Satu hal yang pasti, kontestasi ini akan menjadi salah satu pertarungan internal paling menarik dalam sejarah Musda Golkar Sumut dan hasilnya akan menentukan wajah Golkar Sumatera Utara dalam lima tahun ke depan. (Dan).












